Home / SIMALUNGUNSUMUT / Dinas PPKB Simalungun Targetkan Turunkan Angka Stunting Hingga 24,65 Persen

Dinas PPKB Simalungun Targetkan Turunkan Angka Stunting Hingga 24,65 Persen


EDISIMEDAN.com, SIMALUNGUN – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Simalungun komitmen untuk menurunkan laju penurunan angka Stunting Tahun 2021-2024.

Pasalnya sesuai target prevalensi stunting di Kabupaten Simalungun Tahun 2021 masih berada diangka 28,0%. Sementara untuk tahun 2022 diangka 24,65%, 2023 (20,81%) dan 2024 menargetkan (16,86%).

Jika dibandingkan dengan angka stunting di Sumut mencapai 25,8% maka terget Kabupaten Simalungun masih jauh dari yang harapkan.

Sehingga Plt Kadis PPKB Kabupaten Simalungun, Gimrood Sinaga, SKM, MKM yang diwakili Sekretaris PPKB Kabupaten Simalungun, Tarista Purba Tanjung, SKM, M.Kes mengatakan terus komitmen untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Simalungun setiap tahun nya.

“Sebenarnya ini masih sangat tinggi, namun sedang berusaha sesuai dengan amanah bapak Presiden RI dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Bahwa menurunkan angka stunting di 14%, nah ini kita rata rata turun menargetkan 3-4% pertahunnya, sehingga kita dapat mencapai nanti di 14%. Tapi untuk kondisi saat ini kita masih berada di 24,65% untuk tahun 2022,” kata Plt Kadis PPKB Kabupaten Simalungun, Gimrood Sinaga, SKM, MKM yang diwakili Sekretaris PPKB Kabupaten Simalungun, Tarista Purba Tanjung, SKM, M.Kes, Selasa (19/4).

Baca Juga:  Upacara Penutupan TMMD Ke-79 Dilakukan di Kabupaten Simalungun

Sehingga menurut Tarista Purba Tanjung Dinas PPKB Kabupaten Simalungun memiliki strategi untuk menggejar ketertinggalan dengan Kabupaten/Kota lainya sesuai dengan yang ditargetkan.

“Strategi yang dilakukan dari Dinas PPKB yaitu memberdayakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan juga kader-kader yang ada di lapangan keseluruhan untuk bersama-sama melaksanakan dan mendukung kecepatan penurunan stunting di Kabupaten Simalungun,” jelasnya.

Ia menambahkan jumlah TPK di Kabupaten Simalungun memiliki 696 tim yang terdiri dari 3 (tiga) orang sehingga ada 2088 orang yang tergabung dalam TPK tadi.

“Ini tersebar di seluruh Nagori (Desa) di Kabupaten Simalungun yang berjumlah 413 Desa dan Kelurahan. Ini akan menyasar atau mendampingi keluarga-keluarga yang menjadi sasaran kita, sehingga keluarga-keluarga yang terdampingi tadi kita harapkan tidak lagi punya anak yang stunting. Kita punya sasaran calon pengantin sebanyak 7.382 dan orang ini yang akan didampingi. Kemudian ada sasaran ibu hamil kita 17.053 orang, sasaran ibu nifas ada 17.053 orang dan sasaran baduta kita ada 23.508,” terangnya.

Baca Juga:  Mangkir Kerja, JR Saragih Berhentikan Camat Dolok Panribuan

“Ini yang akan didampingi oleh tim pendamping keluarga tadi yang berjumlah 696 tim, kita harapkan dalam pendampingan mereka secara efektif kepada keluarga-keluarga tadi, sehingga keluarga-keluarga tadi tidak lagi menambah angka stunting di Kabupaten Simalungun,” ujarnya.

Selain itu Tarista Purba Tanjung menjelaskan bahwa untuk tahun 2022 sudah membentuk SK Tim Percepatan Penurunan stunting di tingkat Kabupaten, kemudian sudah membentuk tim percepatan penurunan stunting tingkat kecamatan bahkan sekarang sedang menyelesaikan SK untuk tim percepatan penurunan stunting tingkat Desa di sejumlah 413 Nagori.

“Nah di dalam SK ini terlibat dalam lintas sektor, jadi semua terlibat untuk bersama-sama menurunkan angka stunting. Kita harapkan seperti harapan bapak Presiden itu bisa mencapai 14% ditahun 2024,” katanya.

Baca Juga:  Mobil Patroli Polisi Terjun ke Jurang, Empat Warga Sipil Terluka

Strategi lainya katanya sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang stunting.

“Ini tetap kita kerjakan melalui kader-kader kita, melalui balai penyuluh, mereka tetap menyasar keluarga-keluarga yang akan kita damping tadi. Sehingga memang kedepannya tidak lagi mereka membuat atau menambah jumlah stunting,” katanya.

Ia berharap agar semua stakeholder bisa berkoordinasi untuk kerja keras dalam menurunkan stunting di Kabupaten Simalungun.

“Menurunkan 14% dalam waktu tiga tahun, berarti setahunnya harus bisa turun 4 %sampai 5%, ini pekerjaan yang lebih berat, kalau kabupaten kota lain target penurunan 3%-4%, kita di angka 4%-5% itu membutuhkan kerja keras dan keseriusan di semua pihak, bukan saja OPD tetapj stake holder dan juga masyarakat, supaya kita bisa sanpai di angka 14% sesuai Standart Nasional,” pungkasnya. (Red)

Terkait


Berita Terbaru