Home / KESEHATAN / Aturan Pemakaian Masker Diperlonggar Sumut Tunggu Instruksi Gubernur

Aturan Pemakaian Masker Diperlonggar Sumut Tunggu Instruksi Gubernur


EDISIMEDAN.com,MEDAN – Menyikapi situasi Covid-19 di Tanah Air yang terus menurun, Presiden Jokowi telah mengumumkan untuk memperlonggar aturan pemakaian masker. Di mana untuk ruang terbuka, masker tidak lagi diwajibkan.

Menanggapi ini, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Syarifah Zakia menilai, hal ini tak terlepas dari terus melandainya angka penambahan kasus baru Covid-19. Di Sumut sendiri, kata dia, bahkan rumah sakit (RS) rujukan seperti RS Haji juga tidak ada lagi menangani pasien Covid-19.

“Covid kita sudah landai, isoter (isolasi terpusat) juga sudah ditutup dan bahkan RS rujukan seperti RS Haji juga sudah tidak ada Covid-19 lagi,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (18/5).

Baca Juga:  Sebanyak 34.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba Di Medan

Karenanya, jelas dia, terkait pelonggaran aturan pemakaian masker tersebut, Syarifah menyebutkan, Dinas Kesehatan tentu akan mengikuti instruksi pusat. Hanya saja, tambahnya, pihaknya masih akan menunggu instruksi Gubernur Sumut terkait penerapan aturannya.

“Instruksi Gubernur pasti tetap kita tunggu, karena kita (Dinas Kesehatan) kan nggak boleh melangkahi, agar tidak salah kita,” jelasnya.

Namun, Syarifah mengingatkan, bahwasanya pemakaian masker tentu masih harus tetap digunakan di tempat tertutup. Begitu juga terhadap para usia rentan atau yang memiliki penyakit, masker harus tetap dipakai.

Sementara itu, pengamat kesehatan Sumut DR dr Delyuzar M Ked (PA) menilai kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi tersebut sudah tepat. Pasalnya, pasca Idul Fitri tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan.

Baca Juga:  Survei Manulife: Masyarakat Indonesia Aktif Mengelola Kesehatan dan Keuangan di Tengah Covid-19

“Saya rasa itu tepat ya, dengan menurunnya kasus Covid,” ucapnya.

Namun, dia menerangkan, yang dimaksud dengan kelonggaran pemakaian masker itu di antaranya di lokasi terbuka tanpa orang banyak, terutama di taman dan lapangan olahraga. Meski demikian, dia meminta agar masyarakat untuk tetap mewaspadai jangan sampai kelonggaran ini membuat kasus lonjakan kembali naik.

“Kelonggaran itu bukan menyuruh kita buka masker di seluruh tempat,” tegasnya.

Dia menambahkan, meski Presiden Jokowi telah mengeluarkan kebijakan ini, pemakaian masker sudah menjadi pencegahan penularan virus selain Covid-19, misalnya mencegah TBC dan lainnya. Karenanya, tambah dia, meski nantinya pandemi Covid-19 sudah berakhir, perilaku memakai masker harus tetap dilakukan.

Baca Juga:  Hasil Lab Dugaan Hepatitis Akut Misterius di Sumut Masih Menunggu Kemenkes

“Jadi sebaiknya pemakaian masker itu mungkin jadi prilaku kita dalam pencegahan,” ungkapnya. (red)

Terkait


Berita Terbaru