Home / NEWS / FESyar Sumut 2022 Dapat Percepat Pengembangan  Ekonomi Keuangan Syariah

FESyar Sumut 2022 Dapat Percepat Pengembangan  Ekonomi Keuangan Syariah


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Pelaksanaan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera Utara 2022 merupakan salah satu wujud peran Bank Indonesia sebagai akselerator atau yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
“Tentunya peran ini akan menjadi lebih optimal dengan bersinergi bersama berbagai pihak,” ungkap
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Sumut, Doddy Zulverdi pada opening ceremony FESyar Sumut 2022 di Masjid Al Jihad Jalan Abdullah Lubis Medan, Jumat (16/7/2022).
Anggota DPR RI Komisi XI H. Hidayatullah bersama Kepala BI Sumut Doddy Zulverdi secara resmi membuka FESyar 2022 Sumut itu, ditandai dengan penabuhan beduk oleh keduanya.
Turut mendampingi dan menyaksikan opening ceremony itu diantaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono yang hadir mewakili Gubsu Edy Rahmayadi, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Yusuf Ansori.
Road To FESyar Sumut 2022 berlangsung sejak 14 – 17 Juli 2022 ini mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi Sumatera Utara yang Inklusif”.
Doddy menuturkan, Bank Indonesia menggelar kegiatan tersebut dalam rangka mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai arus baru ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkesinambungan
Dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sebut Doddy, Bank Indonesia berperan sebagai AIR (Akselerator, Inisiator, dan Regulator).
Doddy mengungkapkan, Road to FESyar Sumut 2022 tahun ini menjadi momentum penting dengan ditunjuknya BI Sumut sebagai tuan rumah penyelenggara untuk FESyar Sumut pada 2023 tahun depan.
“Kiranya ini dapat menjadi potensi dalam menggerakan perekonomian Sumut melalui pelaksanaan event nasional se-Sumatera,” ujarnya.
Ia meyakini besarnya potensi ekonomi syariah dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mendorong pemulihan tidak hanya di Indonesia bahkan secara global.
Doddy menjabarkan bahwa Negara Tiongkok, sebagai ekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah. Inggris, sebagai pusat keuangan syariah di Barat. Korea, memiliki visi menjadi destinasi utama pariwisata halal. Jepang, Industri halal sebagai kontributor kunci di 2020. Thailand, memiliki visi menjadi dapur halal dunia. Australia, sebagai pemasok daging sapi halal terbesar ke Timur Tengah. Brazil sebagai pemasok daging unggas halal terbesar ke Timur Tengah.
“Lalu bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbesar,” tukasnya.
Disebutkannya, secara global Indonesia menempati peringkat 4, Global Islamic Economic Indicator pada 2021/2022 untuk sektor makanan halal. Ia menyatakan, peningkatan ekspor makanan halal ke negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), peluncuran sistem kodifikasi produk halal, dan digitalisasi sertifikasi halal menjadi tiga faktor kunci.
Selain itu, kata Doddy, Indonesia berhasil menduduki peringkat puncak sebagai negara dengan ekosistem keuangan syariah terbaik global. Salah satu faktornya karena memiliki sektor keuangan sosial syariah yang paling dinamis di antara semua negara di dunia.
“Indonesia juga termasuk negara dengan volume transaksi fintech terbesar dan menempati posisi ke-4 dari 64 negara setelah Malaysia, Arab Saudi, dan UEA,” sebutnya.
Berdasarkan indikator makroekonomi menunjukkan Indonesia sebagai leader dalam ekonomi dan keuangan syariah di antara negara-negara OKI. Apalagi kinerja dan outlook ekonomi syariah Indonesia relatif baik mengingat kapasitas sektor ekonomi halal dan keuangan syariah yang saat ini dimiliki untuk mendukung momentum Indonesia bangkit setelah pandemi.
“Namun ruang untuk berkembang masih terbuka dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah nasional, baik dari sisi sektor riil maupun sektor keuangan yang berkontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional termasuk yang berkelanjutan,” akunya.
Usai melakukan opening ceremony, anggota DPR RI Komisi XI H Hidayatullah mengatakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan BI Sumut untuk menyosialisasikan ekonomi syariah akan memberikan kontribusi untuk pemulihan ekonomi.
Menurutnya sosialisasi sangat penting, khususnya untuk perbankan syariah. Apalagi, ungkapnya, ternyata literasi dan inklusi keuangan syariah masyarakat masih di bawah 10 persen.
“Bagaimana bisa masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam tapi pemahamannya soal ekonomi dan keuangan syariah masih di bawah 10 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Gubernur Agus Tripriyono mengaku senang dengan kegiatan yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat, seperti ajang FESyar Sumut 2022. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi dampak optimal bagi pertumbuhan ekonomi di Sumut.
FESyar Sumut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to FESyar Regional Sumatera Tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Provinsi Aceh pada 4-6 Agustus 2022 mendatang.
Pelaksanaan FESyar Sumut 2022 juga merupakan kolaborasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Pematang Siantar, dan juga Sibolga.
Secara garis besar, Bank Indonesia menyelenggarakan FESyar di 3 wilayah, mulai FESyar KTI di Makassar (28-30 Juli), FESyar Sumatera di Aceh (4-6 Agustus), FESyar Jawa di Surabaya (8-10 September) sampai pada ISEF di Jakarta pada Oktober 2022 mendatang.
Rangkaian FESyar Sumut 2022 sendiri telah dimulai sejak awal Juni 2022 lalu melalui proses penyisihan kandidat peserta perlombaan. Masyarakat Sumut cukup antusias untuk berpartisipasi. Tercatat total peserta terdaftar sebanyak 335 orang dengan kategori Lomba MTQ 105 orang, Kaligrafi 54 orang, Wirausaha Muda Syariah 44 orang, dan Kreasi Busana Muslim 22 orang.
Sebanyak 15 peserta terbaik dari masing-masing kategori lomba akan kembali dikompetisikan untuk mencari kandidat terbaik untuk menjadi wakil Sumut pada ajang FESyar Sumatera di Aceh pada Agustus 2022.
Selain dapat menikmati suasana perlombaan, BI Sumut juga turut mengundang masyarakat untuk hadir pada sharia forum berupa kegiatan talkshow syariah, edukasi, dan sosialisasi serta sharia fair dengan berbagai macam stand bazaar yang ada.
Di situ ada berbagai produk UMKM, pesantren, asosiasi, komunitas, perbankan, dan binaan pemerintah daerah yang turut mendukung pembentukan ekosistem syariah di Sumut. (red)
Terkait


Berita Terbaru