Home / / Eksepsi Dokter Gita Ditolak, Kuasa Hukum: Banyak Saksi dan Ahli Meringankan akan Dihadirkan

Eksepsi Dokter Gita Ditolak, Kuasa Hukum: Banyak Saksi dan Ahli Meringankan akan Dihadirkan


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Redyanto Sidi selaku kuasa hukum dokter Gita, terdakwa kasus suntik vaksin kosong menyatakan nantinya pihaknya akan menghadirkan banyak saksi dan ahli yang meringankan.

Pernyataan ini menyusul kandasnya Eksepsi (keberatan) terhadap dakwaan JPU yang mereka ajukan.

“Kita pun sudah mempersiapkan pembuktian untuk itu. Banyak saksi, banyak ahli yang akan kita hadirkan untuk meringankan klien kita,” ucap Redyanto Sidi seusai sidang dalam agenda putusan sela, Selasa (19/7).

Redyanto mengatakan penolakan atas Eksepsi ini hal yang biasa saja. Menurutnya , hakim sebenarnya sependapat dengan terdakwa/penasihat hukum.

Bahkan menurutnya, hakim sudah paham dengan konstruksi peristiwa yang menimpa dokter Gita.

“Namun hakim memberikan kesempatan kepada JPU untuk membuktikan dakwaannya.

“Kita juga nantinya akan buka perkara ini seluas-luasnya, kita bedah detil-detilnya. Kita akan buktikan bahwa perkara ini bukan seharusnya disangkakan atau didakwakan kepada klien kita,”imbuh Redyanto.

Baca Juga:  Presiden Ingatkan Kepala Daerah Inovatif dan Fokus Program Prioritas

Sebelumnya dalam amar putusan selanya, majelis hakim yang diketua Immanuel Tarigan menolak Eksepsi dokter Gita melalui Penasihat Hukum( PH). Majelis hakim juga menyatakan sah surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum( JPU) Rahmi.

Itu diucapkan Hakim Immanuel dalam putusan selanya dibacakan dihadapan terdakwa dokter Gita, Jaksa Penuntut Umum( JPU) Rahmi dan Tim PH terdakwa Redyanto Sidi di Cakra 8, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (19/7) sore.

Menurut hakim, surat dakwaannya yang dibuat JPU untuk menjerat terdakwa Gita sudah memenuhi unsur pasal 143 ayat 2 KUHAP.

” Dalam surat dakwaan JPU telah memuat secara jelas memuat identitas dan peristiwa pidana yang dilakukan,” ujar hakim mengutip sebait amar putusan selanya

Baca Juga:  Ab, Pengelola 5 Lokasi Judi Tembak Ikan Kebal Hukum

Karena surat dakwaan sudah jelas dan lengkap,maka Eksepsi yang diajukan terdakwa atau PHnya harus ditolak

Karena itu,hakim kembali melanjutkan persidangan Selasa mendatang untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi

Sebelumnya dalam surat dakwaan JPU dijelaskan,17 Januari 2022 sekira pukul 09.00 WIB di SD Swasta Wahidin Sudirohusodo Jalan KL. Yos Sudarso KM 16,5 Kelurahan Martubung Kec. Medan Labuhan, Medan

Acara vaksinasi covid 19 diselenggarakan oleh Polsek Medan Labuhan dengan Petugas Pelaksana dari rumah Sakit Umum Delima.

Sedangkan pelaksana vaksinasi terbagi 2 tim. Tim I terdiri dari Dr Tengku Gita Aisyaritha, Tia Nabila Putri dan Wani Agusti. Sedang tim II terdiri, Dr Dewi Yana Br Simbolon, Dela Astika dan Fitria Nurhasanah.

Baca Juga:  Sebanyak 1500 Tenaga Kesehatan Binjai Akan Di Vaksin Covid 19

Saat terdakwa memvaksin seorang anak (saksi) sempat direkam oleh ibunya, sama halnya saat terdakwa memvaksin anak (saksi) lainnya juga direkam oleh ibunya.

Dalam rekaman video terlihat saat jarum suntik diinjeksikan ke lengan sang anak, jarum suntik dalam keadaan kosong, tidak ada cairan vaksin atau paling tidak kurang dari dosis yang ditetapkan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa tak sesuai keputusan Menkes yang menetapkan anak berusia 6-11 tahun pemberian vaksinnya sebanyak 0,5 ML

Selaku Vaksinitator, terdakwa dinilai tidak mendukung upaya penanggulangan wabah penyakit menular yang sedang berlangsung, yakni wabah virus covid-19.

Terdakwa Dr Gita diancam pidana Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984, tentang Wabah Penyakit Menular.(red)

Terkait


Berita Terbaru