Home / PENDIDIKAN / Dosen USU Ajarkan Petani Karo Gunakan Ranting Eucalyptus dan Kulit Singkong Untuk Perpanjang Usia Simpan Jeruk

Dosen USU Ajarkan Petani Karo Gunakan Ranting Eucalyptus dan Kulit Singkong Untuk Perpanjang Usia Simpan Jeruk


EDISIMEDAN.com, MEDAN– Dosen USU kembali melakukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Karo tepatnya di Desa Ujung Sampun kecamatan Dolat Rayat belum lama ini.

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim Dosen yang terdiri dari Ketua, Dr. Muhammad Taufik, S.Si.M.Si, dengan anggota, Dr. Sovia Lenny.S.Si.M.Si, Boby Cahyady,S.Si.M.Si, dan Dr. RiniHardiyanti, STP. mengajarkan Kelompok Tani   memanfaatkan ranting Eucalyptus dan kulit singkong sebagai wadah untuk memperpanjang umur simpan buah jeruk manis.

 

Ketua pengabdian masyarakat, Dr. Muhammad Taufik, S.Si.M.Si, mengatakan di Kabupaten Karo merupakan salah satu dari 33 kabupaten/Kota di Sumatera Utara dengan lahan pertanian yang cukup luas. Hal yang sama dengan komoditi hasil pertanian yang cukup besar. Salah satu komoditi yang diunggulkan oleh Petani adalah Tanaman jeruk Manis (Citrus sinensis).

Hasil panen jeruk manis ini diditribusikan ke seluruh daerah di Sumatera Utara dan ada yang dikirim ke Pulau Jawa dan Malaysia.

Dijelaskannya pada tahun 2021, Petani di kawasan ini memiliki Panen yang melimpah sehingga harga jual Jeruk Manis Menurun. Yang semula Harga Jual berkisar Rp. 10.000,- berkurang menjadi Rp. 4.000,- per Kg buah. Hal ini menyebabkan banyak jeruk manis hasil panen membusuk akibat tidak laku dijual akibat tidak ada kemasan.

Baca Juga:  Dr Muryanto Amin Terpilih jadi Rektor USU Periode 2021-2026

 

Berdasarkan survey yang telah dilakukan di kelompok tani Bukit Rumah Sendi pada umumnya bercocok tanam tanaman Jeruk Manis dengan produksi rata rata 800 ton dengan masa panen. Jumlah ini sangat produktif. Pada awal Tahun 2019, tanaman ini mengalami kerusakan akibat diserang hama lalat yang menurunkan nilai jual Tanaman Jeruk manis di pasaran malah banyak yang gagal panen, sehingga pada Tahun 2020 telah dilakukan upaya pembuatan Biopestisida dari Daun Eucalyptus dan telah memberikan hasil yang maksimal.

“Panen Tahun 2021 cukup berlimpah, hanya petani mengalami kesulitan dalam pemasaran sehingga banyak buah jeruk yang harus disimpan dalam waktu yang lama sehingga memerlukan tempat (biofoam) yang anti bakteri yang dapat menambah usia Jeruk sebelum dimakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sebanyak 1.377 Siswa SMA Sederajat Lulus SNMPTN 2020 di Unimed

 

 

Taufik menegaskan Biofoam merupakan kemasan alternatif pengganti styrofoam yang terbuat dari bahan baku alami yaitu pati dengan tambahan serat untuk memperkuat strukturnya. Produk ini tidak hanya bersifat biodegradable tetapi juga renewable. inovasi teknologi biofoam yang menghasilkan produk bahan kemasan ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan menjadi solusi cerdas mengatasi membanjirnya kemasan plastik dan Styrofoam. Kelebihan dari biofoam, dapat terurai secara alamiah (biodegradable) sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan.

 

Sedangkan tanaman Eucalyptus grandis merupakan jenis pohon yang cepat tumbuh dan hemat air dibandingkan tumbuhan lain seperti Akasia maupun Pinus (Ghasemian, 2018). Dari tingkat penelitian evapotranspirasinya, Eucalyptus hanya 46,46 persen lebih rendah dibandingkan dengan Pinus 61,5 persen dan Akasia 68,8 persen (Alfian et al., 2019). Tanaman ini tersebar secara luas di Kabupaten Karo. Senyawa aktif yang terkandung di dalamnya adalah 1,8 Sineol yang memiliki sifat sebagai antibakteri dan mampu memberantas lalat buah karena memiliki senyawa bahan alam berjenis fenol (Acharya et al., 2020).

Baca Juga:  Pendaftaran Jalur Mandiri Unimed Ditutup 24 Agustus 2020

“Universitas Sumatera Utara melalui Pusat Kajian Ipteks Eucalyptus terus menerus mengembangkan manfaat Eucalyptus terutama dalam hal sebagai bahan baku biopestisida yang ramah terhadap lingkungan. Singkong merupakan tanaman yang banyak tubuh subur di Kabupaten Karo. Kulit Singkong belum banyak dimanfaatkan .Selulosa yang terkandung dalam kulit singkong dapat digunakan sebagai alternative pembuatan Biofoam dengan tingkat elastisitas yang tinggi,” tegasnya.

Sehingga melalui  Pengabdian masyarakat ini diharapkan Kelompok Tani khususnya petani tanaman jeruk di tanah Karo dapat  mengembangkan Biofoam antibakteri dari Ranting Eucalyptus grandis, Kulit Singkong, dan plastik sintetik sebagai upaya untuk memperpanjang Umur Simpan Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis).(red)

Terkait


Berita Terbaru