Home / NEWS / Inflasi Di Sumut Diprakirakan Akan Lebih Tinggi dari Sebelumnya

Inflasi Di Sumut Diprakirakan Akan Lebih Tinggi dari Sebelumnya


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Inflasi di Sumatera Utara pada bulan September 2022, secara bulanan diprakirakan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Masih tingginya curah hujan dan peningkatan sifat hujan di bulan September 2022, berpotensi mengganggu produktivitas dan mendorong kenaikan harga komoditas pangan.

Selain itu berlanjutnya kenaikan harga pupuk dan pakan ternak, kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, hingga Pertamax, serta tingginya harga gabah yang dapat mendorong kenaikan harga beras juga diprakirakan menjadi faktor pendorong pembentuk inflasi Sumatera Utara periode September 2022.

 

Di sisi lain, laju inflasi lebih tinggi dapat tertahan oleh berlanjutnya panen raya bawang merah dan aneka cabai, koordinasi TPIP dan TPID dalam Gernas PIP, serta optimalisasi anggaran BTT untuk pengendalian inflasi di daerah.

 

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) Doddy Zulverdi saat acara Bincang Bareng Media di Gedung KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan, Selasa (06/09).

Baca Juga:  Mengenal Sosok Roma Pasaribu Waterpauw, Istri Kapolda Sumut yang Baru

 

 

“Sebagai dampak spillover eksternal dan domestik, di tengah percepatan pemulihan ekonomi dan normalisasi permintaan masyarakat, inflasi Sumatera Utara pada tahun 2022 diprakirakan lebih tinggi dari 2021 serta berpotensi berada di atas batas sasaran inflasi nasional 3%±1%. Namun demikian, terdapat faktor-faktor pendorong dan penahan inflasi yang dapat dicermati dan diantisipasi sebagai langkah pengendalian inflasi,” kata Doddy.

Untuk itu sebut Doddy, KPw BI Sumut bersama TPID Provinsi Sumatera Utara telah menyelenggarakan Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Utara pada tanggal 31 Agustus 2022 lalu.

“GNPIP diharapkan dapat mengoptimalkan upaya dan aksi nyata dalam stabilisasi harga pangan dan dapat mendorong produktivitas guna meningkatkan ketahanan pangan,yang lebih terintegrasi serta berdampak nasional berlandaskan pada kerangka 4K, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional,” tandas Doddy.

Baca Juga:  Jadi Kurir Pil Ekstasi, Kekasih Bandar Narkoba Ini Diganjar Penjara Seumur Hidup

Adapun program pengendalian inflasi oleh TPID melalui GNPIP Sumatera Utara akan dilakukan dengan 7 program utama yaitu:

Operasi Pasar, KPSH, dan/atau Pasar Murah
Pelaksanaan operasi pasar, KPSH, pasar murah untuk komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, dan beras. Rencana operasi pasar bekerjasama dengan Bulog dalam menghadapi HBKN Nataru.
Perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD)
Perluasan KAD juga perlu terus dilakukan dalam rangka pemenuhan pasokan dan penguatan ketahanan pangan. Diperlukan juga pemetaan kebutuhan dan produksi pangan di masing-masing daerah, agar upaya perluasan KAD berjalan lebih optimal dan efisien.
Pencanangan Optimalisasi Fasilitasi Distribusi Pangan / Subsidi Ongkos Angkut
Skema bantuan Subsidi biaya transportasi pangan strategis dan pelaksanaan pasar murah melalui anggaran BTT.
Memperkuat Ketahanan Komoditas Hortikultura dan Pasokan Pangan Strategis Lainnya
Mendorong gerakan urban farming, diantaranya melalui pemberian Bantuan 77.000 bibit cabai dan replikasi best practice klaster melalui perluasan klaster hortikultura, seperti cabai dan bawang merah.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Ketua DPRD Sumut Soal Penetapan Tersangka Baru Kasus Suap Gatot

Peningkatan Pemanfaatan Alsintan dan Saprodi. Pemberian alat dan mesin pertanian serta pelatihan hilirisasi di klaster cabai merah dan bawang merah (klaster baru) Penguatan infrastruktur TIK, digitalisasi, data dan informasi pangan, Pemberian bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat digital farming kepada klaster cabai merah eksisting.

Penguatan Koordinasi dan Komunikasi
High Level Meeting Pengendalian Inflasi Sumatera Utara untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi.
“Melalui ketujuh program ini diharapkan dapat meningkatkan komitmen dan sinergi dalam pengendalian inflasi di Sumatera Utara, khususnya inflasi komoditas pangan,” pungkas Doddy Zulverdi.(red)

Terkait


Berita Terbaru