Home / NEWS / Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Koordinasi dan Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting

Perwakilan BKKBN Sumut Gelar Koordinasi dan Konsolidasi Percepatan Penurunan Stunting


EDISIMEDAN.com, MEDAN: Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)  Sumatera Utara (Sumut) melakukan kegiatan koordinasi dan konsolidasi percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Sumut di Grand City Hall (19/9).

Pada kegiatan yang mengusung tema Evaluasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) 2022 itu dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal, SE., ME, Bupati dan Wakil Bupati Se Sumut, dan Kepala-kepala OPD.

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah usai kegiatan menyampaikan bahwa saat ini penanganan kasus stunting di Sumut masih baik dan sejalan dengan yang diarahkan oleh pemerintah pusat namun pihaknya menyatakan menekankan agar kabupaten kota lebih cepat dalam penggunaan dana bantuan pusat.

Baca Juga:  Jalani Tes Kesehatan Jasmani, Bobby Nasution-Aulia Rachman Segar Bugar

“Penyerapan anggaran itu agar segera karena sampai saat ini penyerapannya masih 22 persen. Jadi kita harapkan disegerakan agar angka stunting di penilaian di akhir tahun 2022 bisa menurun dari angka 25,8 persen,” ucapnya.

 

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Muhammad Irzal, SE kegiatan ini digelar agar dapat melakukan evaluasi terkait percepatan penurunan kasus stunting.

 

“Ini tindak lanjut dari konsolidasi dengan Kabupaten kota, sebelum kita lakukan kegiatan yang besar ini kita sudah melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten kota. Jadi hasil yang di Kabupaten kota kita bawa ke tingkat Povinsi sehingga menjadi suatu target stunting tingkat Provinsi. Kita harapkan pada kesempatan ini kita bisa mengevaluasi RAN PASTI kita. Apa yang telah dilakukan masing- masing koordinator bidang yang sesuai SK Gubernur tentang tim percepatan penurunan stunting tingkat provinsi. Jadi disinilah kita lihat sehingga kita bisa melakukan apa yang dibuat secara jelas dan terarah. Sehingga nanti memiliki peran masing-masing dan target angka 14 persen dapat tercapai di tahun 2024,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Drainase Harus Didukung Kualitas Sumber Daya Aparatur

Ketika ditanya apakah sudah ada penurunan angka stunting, ia menjawab bahwa pihaknya sudah mencoba suatu terobosan dengan adanya bapak asuh stunting. Bapak asuh stunting ini adalah elemen bangsa yang bekerja secara gotong royong untuk membantu percepatan penurunan stunting.

“Dengan adanya bapak asuh stunting ini selama 6 bulan bisa tercapai target yang kita harapkan. Dan dengan adanya kolaborasi semua pihak kita optimis kita bisa menurunkan angka stunting di Sumut. Apalagi kita melihat seluruh daerah sudah bekerja,’ tegasnya.

Untuk anggaran penanganan stunting di Sumut disebutkanya telah dianggarkan di biaya operasional keluarga berencana dengan total Rp171 Milyar yang langsung ditransfer ke 33 Kabupaten kota di Sumut.

Baca Juga:  Kondisi Stunting Di Sumut Perlu Diwaspadai

“Setiap Kabupaten kota itu anggarannya bervariasi, Kabupaten kota sudah bergerak semua, kita optimis tercapai target karena dilakukan secara bergotong royong, berkolaborasi semua instansi, BUMN, baik media dan juga perguruan tinggi,” urainya.(cbud).

Terkait


Berita Terbaru