Home / BINJAI / SUMUT / Masalah PT SH Dengan Warga, Kapolres Binjai Buang Bola Ke Kasat Reskrim

Masalah PT SH Dengan Warga, Kapolres Binjai Buang Bola Ke Kasat Reskrim


EDISIMEDAN.COM, Binjai – Terkait persoalan di Tanjung Gunung , Kabupaten Langkat  antara masyarakat dengan PT Serdang Hulu , Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting ketika konfirmasi via What’s App terkesan kurang respek karena ia hanya menjawab kordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Binjai.

Mirisnya ketika persoalan masyarakat Tanjung Gunung dengan PT Serdang Hulu di konfirmasikan ke Kasat Reskrim Polres Binjai via What’s App , Kasat Reskrim sampai berita ini di muat belum mau memberikan jawaban.

Konfirmasi ini dilakukan terkait persoalan perusahaan perkebunan Kelapa Sawit PT Serdang Hulu yang terletak di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai, Langkat diduga kembali melakukan kriminalisasi kepada petani yang ada di daerah tersebut.

Kasus terbaru saat ini, PT Serdang Hulu diduga telah mengambil paksa hasil panen buah Kelapa Sawit milik masyarakat dan menuduh masyarakat mencuri sawit milik mereka serta melaporkan kasus itu ke Polres Binjai.

Baca Juga:  Tiga Kader Partai Golkar Bagi 4 Ribu Paket Sembako Di Langkat

Menurut Harianto Ginting, penasihat hukum dari korban bernama Siang Ginting Manik mengungkapkan, pada Senin, 17 Oktober 2022 lalu, kliennya menyuruh pekerja untuk memanen sawit miliknya.

Usai panen, tiba – tiba pihak dari PT Serdang Hulu datang dan melangsung mengambil paksa seluruh hasil panen milik Siang Ginting Manik dari para pekerja.

“Sebanyak 50 janjang (tandan) sawit klien saya diambil dan langsung dibawa ke Pabrik PT Serdang Hulu,” kata Harianto.

Kemudian, keesokan harinya Siang Ginting Manik mendatangi PT Serdang Hulu untuk menanyakan keberadaan buah sawit miliknya.

Akan tetapi, ADM perusahaan PT Serdang Hulu bernama Joni Silalahi mengatakan kepada Siang Ginting Manik, bahwa semua sawit miliknya telah masuk ke dalam pabrik dan sudah digiling.

Baca Juga:  Deni Zulfikar Nasution: Idaham Bawa Binjai Lebih Maju

“Saat itu juga ADM tadi mengaku sudah melaporkan kasus ini ke polisi (Polres Binjai) dengan barang bukti hanya 2 tandan sawit saja,” sebutnya.

Namun herannya, kata Harianto buah sawit yang saat ini menjadi barang bukti di Sat Reskrim Polres Binjai telah bertambah, tidak hanya 2 janjang saja, tapi bertambah menjadi puluhan tandan.

“Kita menduga bahwa barang bukti itu bukan lah barang bukti yang sebenarnya dan kita duga sudah berubah.,” ungkapnya.

Harianto bahkan menuding penyidik Sat Reskrim Polres Binjai telah semena – mena dalam proses serangkaian tindakan penyidikan sebagaimana diatur dalam KUHAP.

“Saat ini status barang bukti itu apa ? Diamankan atau disita ? Siapa yang bertanggungjawab apabila nilai ekonomisnya turun atau barang nya rusak,” serunya.

Baca Juga:  GRANAT: Labuhanbatu Darurat Narkoba

Bahkan, penyidik Sat Reksrim Polres Binjai, kata Harianto menunjukkan tindakan yang tidak mengayomi dan melayani masyarakat, ketika kliennya meminta agar seluruh sawit miliknya yang saat ini berada di Polres Binjai dikembalikan.

“Tapi disitu penyidik malah meminta sertifikat lahan. Apakah semua lahan memiliki sertifikat ? Belum tentu. Saat itu klien saya sudah jelaskan, bahwa dia memiliki surat tanah. Tapi, penyidik tetap ngeyel dan ngotot agar klien saya membawa sertifikat,” ungkapnya kesal.

Polres Binjai terkesan terus berusaha mengulangi kesalahan yang sama di TKP yang sama . ( Tim )

Terkait


Berita Terbaru