Home / BINJAI / SUMUT / Polisi Di Minta Tangkap Pelaku Pelempar Mesjid Di Tanjung Mangusta

Polisi Di Minta Tangkap Pelaku Pelempar Mesjid Di Tanjung Mangusta


EDISIMEDANN.COM,Binjai -;Sedikitnya 15 orang datang menemui Anggota DPRD Kota Binjai, Irhamsyah Putra Pohan, di tempat usahanya Warung Makan I’am, Jalan Sultan Hasanuddin, Kec. Binjai Kota, Kamis (24/11/2022) malam ini. Kedatangan mereka kesana diketahui untuk memberitahukan soal adanya dugaan kasus pelemparan batu ke Masjid Al-Ikhlas di kampung mereka yakni di Tanjung Mangusta (Tanggus) Kel. Tanah Merah, Kec. Binjai Selatan.

“Iya benar mereka datang untuk memberitahukan soal adanya dugaan kasus pelemparan batu ke Masjid di kampung mereka yang terjadi pada malam kemarin,” kata Irhamsyah Putra Pohan selaku politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.

Baca Juga:  Masjid Agung Difungsikan Mulai Bulan Ramadhan

Irhamsyah mengaku sangat menyayangkan adanya dugaan aksi pelemparan batu ke Masjid Al-Ikhlas yang merupakan tempat ibadah masyarakat muslim di Tanjung Mangusta. Menurutnya, apabila ini benar maka sudah sangat merugikan masyarakat muslim yang ingin beribadah di masjid Tanjung Mangusta.

“Saya sendiri selaku Anggota DPRD Kota Binjai sangat berharap kepada Kapolres Binjai dan jajarannya agar sesegera mungkin untuk mengusut tuntas pelemparan Masjid Tanjung Mangusta,” ujar pria yang akrab disapa I’am tersebut.

Kata Irhamsyah, kalau dugaan kasus pelemparan batu ke Masjid ini tidak segera ditindak lanjuti, maka dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan SARA (Suku Agama dan Ras) di wilayah tersebut. Oleh karena itu sekali lagi, Irhamsyah meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut secara tuntas dan menindak lanjuti persoalan di Tanjung Mangusta ini.

Baca Juga:  Polres Binjai Raih Penghargaan Terbaik KPA Tahun 2021

“Ini harapan saya semoga Kapolres cepat dan tanggap menindaklanjuti persoalan ini,” ucapnya.

Selain itu, Irhamsyah juga menyoroti terkait berbagai persoalan di lahan eks HGU di Bhakti Karya yang sudah sangat mengganggu kelangsungan hidup para petani disana. Mulai dari dugaan kasus penyerangan yang dialami petani, pembakaran gubuk petani, ancaman, hingga pengerusakan mobil yang mengangkut pupuk petani.

Saya berharap pihak Kepolisian dapat segera menyelesaikan permasalahan-permasalahan di lahan Bhakti Karya, masalah tanah eks HGU perkebunan PTPN II,” harapnya. (Rel/ op)

Terkait


Berita Terbaru