Home / MEDAN TODAY / BBPOM Medan Gelar FGD Pengawasan Pangan Fortifikasi

BBPOM Medan Gelar FGD Pengawasan Pangan Fortifikasi


EDISIMEDAN.com,MEDAN – Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengawasan Pangan Fortifikasi di Hotel Grand Mercure Medan Jalan Sutomo Medan, Selasa (6/12).

Dalam FGD itu dihadirkan sejumlah pelaku usaha dari beberapa perusahaan pangan di Medan. Dan hadir juga dari Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan serta perwakilan dan Perguruan Tinggi.

Kepala BBPOM Medan Drs Martin Suhendri, Apt, M.Farm mengatakan kegiatan FGD ini merupakan tindak lanjut hasil pengawasan BBPOM. Dimana diketahui bahwa stunting di Indonesia belum tuntas. Salah satu tupoksi mereka adalah mengawasi bahan makanan yang difortifikasi atau diperkaya dengan yodium atau vitamin tertentu. Dalam hal ini pihaknya menemukan beberapa perusahaan garam yang kadar yodiumnya dibawah standar yaitu dibawah 30 ppm.

“Persyaratan garam berkualitas baik itu 30 ppm sampai 80 ppm. Oleh karena itu kita sengaja memanggil pelaku usahanya dan mengundang instansi terkait untuk membahas bersama dan juga perguruan tinggi bersama dengan expert supaya diketahui kaitannya dengan stuting,” jelasnya usai membuka FGD tersebut.

Baca Juga:  Wali Kota Instruksikan OPD Terkait Bantu Atasi Longsor Underpass Titi Kuning

Martin menyebutkan kalau yodium pada garam selalu kurang maka konsumen dalam hal ini katanya akan dirugikan. Dan ini juga ada kaitannya dengan penyebab stunting saat ini sehingga fortifikasi ini diharapkannya dapat mengantisipasi penyakit penyakit tertentu salah satunya menurunkan angka stunting.

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang sudah aktif dan juga ada perwakilan dengan OPD terkait yang sudah hadir, kita juga mengimbau kepada pelaku usaha agar setiap ada surat teguran supaya disikapi dan ditindaklanjuti dengan baik dan kepada instansi terkait baik Dinas Kesehatan dan Dinas perindustrian supaya membantu kita juga supaya sesuai dengan Permendagri nomor 41 bahwa koordinasi Pengawas obat dan makanan ini terpadu. Kami mengimbau agar OPD terkait menindaklanjuti ini karena sangat menghormati otonomi daerah. Kalau tidak diindahkan, pelaku usaha itu akan kita dibina dan terakhir kita akan ke proses hukum,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur Edy Rahmayadi Sambut Finalis dan Juara Putri Cilik Indonesia 2021

Salah seorang narasumber, Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia (IAKMI) Pengurus Cabag Sumatera Utara, Destanul Aulia, SKM, MBA, M.Ec, Ph.D. mengatakan bahwa untuk mengatasi stunting saat ini erat hubungannya dengan makanan atau pangan yang mengandung nutrisi dan gizi. Sehingga masyarakat haruslah mengkonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi.

“Penyebab stunting itu diantaranya ibu hamil dengan asupan gizi rendah dan mengalami penyakit infeksi akan melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan panjang badan bayi dibawah standar. Kurangnya asupan gizi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan individu untuk menjaga kesehatan yang baik. Kemudian Defesiensi asupan nutrisi ataupun ketidakseimbangan nutrisi mengakibatkan mal nutrisi. Jadi untuk mengantisipasi terjadinya stunting ini dimulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil dan ibu menyusui,” tegasnya kepada peserta FGD itu.

Destanul Aulia juga memaparkan bahwa perlu memahami apa yang harus dilakukan ditingkat keluarga. “Memahami kebutuhan gizi anggota keluarga, memahami pangan sebagai sumber zat gizi, mengolah makanan dengan baik dan benar serta memanfaatkan pangan lokal ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Pemko Medan Dukung Pengelolaan Sampah Rumah Tangga & Budidaya Sayuran Pekarangan Selaras Alam

Pada FGD itu juga dipaparkan BBPOM Medan Pada kesempatan ini juga melakukan kesepakatan dengan penandatanganMOU/PKS yaitu
Penandatangan MOU dengan Rektor Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Sementara itu, dijelaskan sebelumnya bahwa Program fortifikasi pangan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan asupan kebutuhan zat gizi mikro yang penting pada pangan olahan jenis tertentu. Saat ini pemerintah telah menetapkan pangan yang wajib difortifikasi yaitu garam yang dikonsumsi, tepung terigu dan minyak goreng yang secara umum dibutuhkan bagi masyarakat. Badan POM sebagai salah satu instansi pemerintah yang ditugaskan untuk mendukung program prioritas percepatan penurunan Stunting melakukan dan melaksanakan pengawasan fortifikasi pada tahun 2022 di wilayah kerja provinsi Sumatera Utara.(red)

Terkait


Berita Terbaru