Home / MEDAN TODAY / DP2K Kota Medan Klaim Kasus Kebakaran Menurun

DP2K Kota Medan Klaim Kasus Kebakaran Menurun


EDISIMEDAN.com,MEDAN – Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan mencatat, sepanjang 2022 terjadi 218 kali kebakaran dengan penanganan intensif. Angka ini menurun dibanding 2021 yakni 238 peristiwa.

“Sementara, korban jiwa dalam peristiwa itu di 2022 sebanyak 9 orang sedangkan di 2021 hanya empat. Peningkatan ini terjadi karena rumah yang terbakar terkunci dari luar, sehingga banyak korban jiwa. Untuk kerugian materi, tahun ini mencapai Rp51,2 miliar,” ujar Kepala DP2K Albon Sidauruk didampingi Kasubag Penyusunan Program AC Ompusunggu dan Kasubag Umum Ariefiani Rian Dewi, Selasa (27/12).

Albon meyakini, penurunan jumlah kebakaran karena edukasi dan sosialisasi yang intens sehingga masyarakat lebih paham mengatasi peristiwa yang terjadi. Sebab, kebakaran itu bukan bencana, tapi musibah dan bisa dicegah.

Baca Juga:  Walikota Medan Gelar Buka Puasa Bersama Pimpinan Parpol, Ormas dan Media

Dari 218 peristiwa, paling banyak terjadi di Kecamatan Medan Belawan mencapai 16 kasus. Disusul Medan Amplas 15 kejadian, Johor dan Marelan 14, Medan Helvetia, Labuhan 13, Polonia dan Sunggal 12 disusul kecamatan lain.

Frekuensi kejadian, lanjutnya, terbanyak pada Mei dan Juni yaitu 22 kasus, Maret 21, Juli dan Februari 20 diikuti bulan lainnya. “Untuk sembilan korban jiwa, terjadi pada Februari menyebabkan dua orang meninggal dunia, Agustus empat dan November tiga,” urainya.

Albon menyebutkan, dari 218 kejadian kebakaran, didominasi akibat arus pendek atau aliran listrik mencapai 186 kali dan kompor gas hanya 12. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang meninggalkan rumah lebih dari 12 jam, sebaiknya aliran listrik benar-benar dimatikan. Upaya ini untuk mencegah hal tak diinginkan.

Baca Juga:  Gubernur Tegaskan Kasus PMK di Sumut Masih Terkendali

Dikatakannya, untuk melayani masyarakat di sepanjang 2022, DP2K Kota Medan hanya memiliki empat unit pelaksana teknis (UPT) masing-masing Medan Tuntungan dua armada, Medan Amplas tiga, Medan Deli tiga, Medan Belawan dua dan kantor sebagai markas komando dengan sembilan armada.

Tahun depan, lanjutnya, direncanakan penambahan dua UPT yaitu di Kecamatan Medan Helvetia didukung tiga armada dan Medan Tembung dua armada. “Selain itu, perekrutan 840 relawan kebakaran (redkar) di 21 kecamatan serta sosialisasi ke pelajar,” ujarnya.

Tak kalah pentingnya, sambung Albon, DP2K melakukan penyelamatan non kebakaran berupa evakuasi hewan yang membahayakan masyarakat, melepas atau memotong cincin, pemusnahan sarang tawon dan lainnya mencapai 323 kejadian.

Baca Juga:  Akhyar : Mari Warisi Alam Untuk Anak Cucu Di Masa Depan

Kemudian, imbuhnya, dalam rangka pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 114/2008 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar Pada SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota, DP2K membentuk command center Damkar Kota Medan. Selanjutnya, membuat sistem aplikasi pelaporan kebakaran melalui aplikasi e-damkar Kota Medan berbasis android. “Kami bersyukur, sistem ini sangat membantu sehingga respons time semakin cepat dibanding sebelumnya,” tandas Albon.(red)

Terkait


Berita Terbaru