Home / BISNIS / Pemulihan Ekonomi Sumut Akan Terus Berlanjut

Pemulihan Ekonomi Sumut Akan Terus Berlanjut


EDISIMEDAN.com,MEDAN – Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi menegaskan, laju pemulihan ekonomi Sumatera Utara diprakirakan akan terus berlanjut.

Di mana, tetap kuatnya ekonomi di Sumatera Utara tercermin dari beberapa indikator ekonomi terkini. “Aktivitas perdagangan dan dunia usaha terus
meningkat tercermin dari peningkatan indeks penjualan riil. Mobilitas yang tinggi juga tercermin dari perkembangan penumpang angkutan udara yang terus meningkat,”papar Doddy Zulverdi saat menggelar Bincang Bareng Media (BBM) Bulanan Bulan Desember 2022 dengan sejumlah awak media secara offline dan online, Selasa (27/12/2022) siang tadi.

Baca Juga:  Ketua Asperindo Sumut Paparkan 10 Tantangan Logistik

Di sisi lain masih dikatakannya, masih tingginya ekspektasi inflasi berisiko menahan aktivitas konsumsi masyarakat. Kinerja ekspor diprakirakan sedikit tertahan sejalan dengan termoderasinya harga komoditas utama. “Hasil liaison Bank Indonesia (BI) mengkonfirmasi adanya penurunan permintaan ekspor dan domestik dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan kenaikan biaya bahan baku,”imbuhnya.

Sementara itu perkembangan Inflasi di Sumatera Utara, Doddy Zulverdi juga menjelaskan, inflasi kumulatif di Sumatera Utara hingga November 2022 mencapai 4,55% (ytd).lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi nasional
dan kawasan Pulau Sumatera yang tercatat masing-masing sebesar 4,82% (ytd) dan 5,14% (ytd). Sedangkan untuk penyaluran kredit Perbankan kata Doddy Zulverdi, melambat pada November 2022.

Baca Juga:  MAMI: 2021 Tahun Pemulihan Ekonomi, Vaksinasi Menjadi Poin Krusial

“Penyaluran kredit perbankan melambat dari 11,11% (yoy) pada triwulan III 2022 menjadi 6,41% (yoy) pada November 2022. Perlambatan berasal dari menurunnya pertumbuhan kredit investasi seiring dengan pola musiman periode pembayaran proyek korporasi oleh principal yang mendorong pelunasan sebagian kredit. Meski demikian, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masih mencatat peningkatan pertumbuhan pada November 2022. Dari sisi sektoral, sektor utama Sumut seperti Pertanian, Industri
Pengolahan, dan Konstruksi mengalami perlambatan pertumbuhan kredit, namun tidak dengan kredit Perdagangan yang mencatat kenaikan pertumbuhan,”katanya.

“Adapun pada November 2022, kredit konstruksi dan pertanian tercatat kontraksi. Di sisi lain, NPL sektor utama masih relatif terjaga, kecuali sektor perdagangan dan konstruksi yang telah mencapai lebih dari 5% pada November 2022 sehingga perlu diwaspadai,”tutupnya.(red)

Terkait


Berita Terbaru