Home / SERGAISUMUT / Kuatkan Cakupan Laporan, POKJA DATIN Laksanakan Monev New Siga Di Sergai 

Kuatkan Cakupan Laporan, POKJA DATIN Laksanakan Monev New Siga Di Sergai 


EDISIMEDAN.com, Serdang Bedagai
Serdang Bedagai merupakan Kabupaten penyangga utama di Sumatera Utara, Capaian Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kab.Serdang Berdagai berpengaruh besar terhadap capaian Program Bangga Kencana Provinsi Sumatera Utara. Hasil evaluasi laporan di aplikasi New SIGA (Sistem Informasi Keluarga) selama tahun 2022, untuk Kab.Serdang Bedagai masih belum maksimal.

Sejak dulu, Kab.Serdang Bedagai selalu dijadikan sebagai tempat belajar bagi Kabupaten/Kota di Sumut sebagai tempat belajar dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana. Kondisi ini tidak boleh menurun, harus dijaga dan ditingkatkan, salah-satu caranya adalah dengan memaksimalkan laporan dalam aplikasi New Siga. Laporan wajib dilaksanakan, dan ini menjadi tanggung jawab PKB/PLKB setiap bulannya.
Demikian diungkapkan Rabiatun Adawiyah – Ketua Pokja Advokasi, Penggerakan dan KIE Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut ketika menyampaikan arahan kepada seluruh Koordinador PKB/PLKB se-Kabupaten Serdang Bedagai, Jum’at (24/2) di Aula Kantor Dinas P2KBP3A Kab.Serdang Bedagai. Turut hadir Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A – Musparina Damanik

Baca Juga:  Sumut Inflasi 2,54 Persen di Juli 2023, Tertinggi Pematangsiantar

Untuk maksimalnya cakupan laporan di New Siga ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut sejak tahun lalu telah membuka layanan help desk, yang siap membantu permasalahan yang terjadi dalam penggunaan aplikasi New Siga. Silahkan bapak/ibu hubungi layanan help desk kita jika terjadi permasalah, terang Rabiatun.

Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan permasalah yang dialami oleh PKB/PLKB dilapangan, seperti yang diungkapkan Rina Handayani – PKB Kecamatan Teluk Mengkudu. “Laporan yang tidak 100 persen, khususnya terkait laporan pelayanan KB di Praktek Mandiri Bidan (PMB) dikarenakan tidak mendapatkan distribusi alat kontrasepsi, sehingga tidak dapat dicatatkan dalam aplikasi, “ujarnya.

Baca Juga:  DKSU Harapkan Caleg Peduli Kesenian

“Catatkan Pelayanan KB yang dilakukan secara mandiri, tetap harus dilaporkan dalam aplikasi, hal ini untuk mengetahui kebutuhan alkon pada PMB yang tersebut. Dari hasil survei yang dilakukan, bahwa pelayanan KB secara mandiri mencapai lebih dari 60 persen, lebih besar dari pelayanan KB pemerintah, jika tidal tercatat akan sangat berpengaruh terhadap capaian Program secara keseluruhan, ujar M.Anca Sitorus – Ketua Pokja Data dan Informasi Perw.BKKBN Prov.Sumut menanggapi.

Perlu diketahui sejak tahun 2022 ini, seluruh aktivitas pencatatan dan pelaporan program Bangga Kencana dilakukan melalui aplikasi New SIGA. Pencatatan dan pelaporan yang dilakukan pada aplikasi New SIGA menghimpun seluruh data program Bangga Kencana berbasis data kelompok, data keluarga dan data individu by name by address.(red)

Terkait


Berita Terbaru