Home / PENDIDIKAN / Menteri Singapura Kunjungi UIN Sumut, Rektor Harap Kerja Sama Tak Hanya Diatas Kertas Tapi Ada Outputnya

Menteri Singapura Kunjungi UIN Sumut, Rektor Harap Kerja Sama Tak Hanya Diatas Kertas Tapi Ada Outputnya


EDISIMEDAN.com, Tuntungan-Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) Prof Dr Nurhayati MAg mengharapkan jalinan kerja sama dengan Singapura di bidang pendidikan.

“Kita berharap kerja sama dengan Singapura dalam bidang pendidikan. Dan jika ini terwujud, tidaklah sebatas diatas kertas tetapi harus ada outputnya,” kata Prof Nurhayati saat memberikan sambutan pada kunjungan Menteri di Kantor Perdana Menteri, Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura, Dr. Mohamad Maliki Bin Osman beserta rombongan ke UIN Sumut di Auditorium Kampus IV UIN Sumut, Tuntungan, Senin (10/7/2023) siang.

Pada kesempatan itu, kata rektor, UIN Sumut selama ini telah menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Singapura.

“Alhamdulillah kita kembali menjalin kerjasama dengan salah satu Universitas di Singapura yang dilakukan oleh tim kita yang langsung datang ke Singapura,” jelas Prof Nurhayati.

Namun begitu, lanjut Rektor, kerja sama itu tidak hanya sebatas kepada Jamiyah Singapura saja. Tetapi juga bisa bekerjasama dengan Nasional University of Singapura, Nanyang Technological University (NTU). Sebab, UIN Sumut saat ini memiliki 8 fakultas dan 1 program pascasarjana akan mampu bisa bekerjasama dengan Singapura.

Baca Juga:  LPPM USU Gelar Seminar Desa Binaan

“Kami memilki cukup banyak fakultas diantaranya yang pertama itu adalah ilmu tarbiyah dan keguruan, kemudian ada fakultas ilmu dakwah dan komunikasi, ushuluddin dan studi islam, syariah dan hukum, ekonomi dan bisnis Islam islam, fakultas ilmu sosial dan ada sejumlah fakultas lainnya. Ini merupakan hal luar biasa dimana UIN Sumut bisa bekerjasama dengan Universitas -universitas besar yang ada di Singapura. Kami juga yakin dengan kehadiran Menteri dan jajaran ke UIN Sumut ini kerja sama kita bisa semakin mudah,” ucapnya.

Nurhayati juga berharap bagaimana para dosen bisa berkolaborasi dengan dosen di Singapura, kemudian mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di Singapura.

“Beberapa tahun lalu, dosen kita sudah mengajar di Singapura, namun karena Covid-19 terhenti. Kami berharap ini bisa terlaksana kembali dan dosennya bisa kembali diundang untuk mengajar,” katanya lagi.

Menteri di Kantor Perdana Menteri, Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura, Mohamad Maliki Bin Osman yang hadir bersama dengan istri Sadiah Binti Shahal pada kesempatan itu sangat bahagia dengan sambutan yang diberikan UIN Sumut.

Baca Juga:  Wakil Dekan FBS, FIS, FIK, FE & WD 2 FMIPA Unimed Dilantik

“Saya sangat terharu karena telah diterima kedatangan kami. Memang Ini bukan pertama kali ke Medan, pertama kali tahun 2017 lalu dan kali ini tujuan kami kemari adalah untuk melihat kita sebagai 2 negara agar bisa terus menjalin silaturahmi. Singapura merupakan negara kecil yang dekat dengan Indonesia, 2 negara ini bukan hanya hubungan ekonomi tapi juga hubungan persaudaraan. Singapura meski negara kecil tapi kami yakin berinvestasi di Indonesia karena menilai memiliki peluang akan memiliki masa depan yang baik,” jelasnya.

Dia mengatakan banyak yang bisa dilakukan kerja sama mulai pariwisata, politik, pertanian dan pendidikan.

“Negara Indonesia memiliki hasil pertanian yang bisa di ekspor ke Singapura. Kita juga melihat peluang baru di Sumut terkait pariwisata dimana kerjasama bidang ini bisa terus ditingkatkan,” tegasnya.

Dia menambahkan, Singapura juga memiliki masyarakat yang heterogen seperti Sumatera Utara. Masyarakat saling bahu membahu dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan tidak memandang minoritas

Terbukti, dari segi pendidikan, masyarakat Melayu yang berkisar 14 persen populasinya . Tetapi pemerintah Singapura memberikan beasiswa pendidikan dini hingga jenjang pendidikan tinggi.

Baca Juga:  Di Dies Natalis, Rektor Ungkap 5 Tantangan Alumni UINSU

“Pendidikan orang Melayu diberikan percuma (gratis) dari pada permulaan hingga ke mereka universitas mereka diberikan percuma,” ungkapnya.

Pertemuan itu dilanjutkan sharing dan diskusi dengan mahasiswa juga para dosen. Tampak para dosen dan mahasiswa antusias pada pertemuan itu dengan banyaknya yang hadir dan respon yang baik.

Diakhir acara, Rektor UIN Sumut Prof Dr Nurhayati dan Ketua Senat UIN Sumut Prof Dr Syaiful Akhyar Lubis mengulosi Menteri di Kantor Perdana Menteri, Menteri Kedua Pendidikan dan Luar Negeri Singapura, Mohamad Maliki Bin Osman serta memakaikan songket kepada istri Sadiah Binti Shahal.

Dalam pertemuan tersebut juga turut hadir Wali Kota Distrik Tenggara Singapura Mohd. Fahmi Bin Aliman, Konsul Jenderal Singapura di Medan Edmund Chia Keng Wei. Sementara UIN Sumut juga dihadiri para wakil rektor

Hadir Ketua Senat UIN Sumut Prof Dr Syaiful Akhyar Lubis, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK Khairunnas SH MH, Kepala Biro AAKK Drs H Ibnu Sa’dan, M.Pd,, Dekan di lingkungan UIN SU dan Wakil Dekan III SE UIN SU.(red)

Terkait


Berita Terbaru