Home / PENDIDIKAN / UIN Sumatera Utara MoU dengan Kemitraan Bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Arab Saudi

UIN Sumatera Utara MoU dengan Kemitraan Bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Arab Saudi


EDISIMEDAN.com, Tuntungan– Universitas Islam Negeri Sumatera Utara atau UIN SU melakukan langkah percepatan guna mewujudkan Kampus UIN SU berbasis World Class University dengan mitra strategisnya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang berkedudukan di Riyadh, melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI melakukan dialog bersama segenap civitas akademika UIN SU, sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan atau MoU di Kampus IV UIN SU Tuntungan.

Dialog yang dikemas dalam Focus Group Discussion mengambil tema “Melirik Peluang Kerjasama UIN SU Medan Dengan Berbagai Perguruan Tinggi di Saudi Arabia”.

Rektor UIN SU dalam sambutannya menyampaikan sejarah UIN SU dan capaian prestasi akademik yang didapat dan penyebaran Kampus UIN SU di beberapa tempat.

“UIN SU dulunya bernama IAIN Sumatera Utara berdiri pada tanggal 19 November 1973 dan berkembang hingga menjadi UIN SU, saat ini jumlah mahasiswa mencapai 31.000 orang, dan 39 Guru Besar dan Insya Allah segera menyusul Guru Besar baru yang sedang berproses di Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan Ristek”,ujar Rektor Prof Nurhayati.

Baca Juga:  Dikukuhkan Sebagai Gubes, Rektor UISU Paparkan Prestasi Akademik Nasional dan Internasional

Lebih jauh di sampaikan Rektor, bahwa UIN SU memiliki Lima Kampus yang tersebar dibeberapa lokasi baik di Medan, Deli Serdang dan Tebingtinggi. Potensi yang ada di UIN SU inilah yang nantinya akan digali guna lebih meningkatkan kualitas belajar yang ada di UIN SU.

“Peluang kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada Saudi Arabia, tentu ini menjadi peluang bagi UIN SU guna meningkatkan kualitas, lewat program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka salah satunya pertukaran dosen, mahasiswa dengan Kampus yang ada di Saudi Arabia”,ujar Prof Nurhayati.

Rektor berharap, lewat hibah dari pemerintah Saudi Arabia melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Riyadh bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran di Kampus UIN SU.

“Menjembatani kerjasama ini, bagi UIN SU mendapatkan hibah ini penting bagi pengembangan dan peningkatan kualitas UIN SU.
Peran Guru Besar sangat penting bagi peningkatan kualitas dan akreditasi Kampus”, sambung Rektor perempuan pertama UIN SU.

Nota Kesepahaman dibacakan Dr Ali Akbar Simbolon, M.Ag sebagai Kepala Pusat Layanan Internasional UIN SU antara UIN SU dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Riyadh Saudi Arabia.

Baca Juga:  Sebanyak 5.763 Mahasiswa Baru UIN SU Ikuti PBAK Virtual

Selanjutnya Badrus Sholeh, MA, Ph.D Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Riyadh dalam paparannya mengatakan bahwa Hubungan Bilateral Indonesia dan Arab Saudi Bidang Pendidikan Tinggi  memberikan peluang bagi UIN SU untuk di tindak lanjuti dalam bentuk action plan.

“UIN SU merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia untuk itu perlu di kembangkan bagi peningkatan kualitas, maka kerjasama ini dikembangkan bukan saja hanya dibidang keagamaan dan bahasa Arab namun bidang prodi lainnya”,ujar Dr Badrus Sholeh dalam paparannya.

Hal lain disampaikan bahwa pertemuan G20 merupakan penguatan tiga negara muslim yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Turki. Arab Saudi  memiliki peran yang penting dan strategis, terutama dalam bidang pendidikan.

“Perkembangan pendidikan di Arab Saudi saat ini sangat dominan di Kawasan Timur Tengah. Beberapa Kampus terbaik di Saudi Arabia memiliki rangking tertinggi di dunia, terutama bidang sains teknologi guna menyambut visi 2030 sebagai basic peningkatan kualitas, dengan menghadirkan para tokoh didunia pendidikan”,ujar Dr Badrus Sholeh.

Baca Juga:  Dosen USU Ajarkan Petani Karo Gunakan Ranting Eucalyptus dan Kulit Singkong Untuk Perpanjang Usia Simpan Jeruk

Hal terpenting di Arab Saudi ujar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Arab Saudi, ini bahwa program inovasi di Kampus yang ada di Arab Saudi menggabungkan prodi Sosiologi dan Ekonomi sehingga muncul riset terbaru yang diakui dunia, dan integrasi Kampus dan industri menjadi kata kunci bagi percepatan kemajuan pendidikan di Arab Saudi.

“Pemerintah Arab Saudi mendorong percepatan kemajuan bidang pendidikan lewat Lembaga sosial Saudi Fund Development bagi peningkatan sarana dan prasarana, penambahan Beasiswa untuk Indonesia sebanyak 500 orang tiap tahun dari pemerintah Saudi”,ujar alumni UIN Jakarta.

Acara FGD ini turut dihadiri Kepala Biro AUPK Khairunnas SH MH, Kepala Biro AAKK Drs H Ibnu Sa’dan, M.Pd, para Wakil Rektor, Dekan dilingkungan UIN SU dan Wakil Dekan III SE UIN SU. Acara diakhiri dengan dialog. (red)

Terkait


Berita Terbaru