Home / NEWS / BPJS Kesehatan Sampaikan Peranan Telemedicine Dalam Mendukung Hospital Monitoring

BPJS Kesehatan Sampaikan Peranan Telemedicine Dalam Mendukung Hospital Monitoring


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Haji Adam Malik yang ke 30 tahun, BPJS Kesehatan Cabang Medan ikut hadir dalam talk show yang dilaksanakan di Gedung Paviliun RSUP Haji Adam Malik yang bertajuk Peranan Hospital Monitoring Dalam Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Sumatera Utara, pada Senin (17/07).

Sebagai informasi, hospital monitoring telah menjadi salah satu alat penting dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk memantau kesehatan ibu dan bayi sepanjang proses kehamilan, persalinan, dan pasca kelahiran. Dalam pertemuan tersebut, panelis dan ahli kesehatan menjelaskan betapa pentingnya hospital monitoring dalam mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan yang berpotensi fatal bagi ibu dan bayi.

“Keberhasilan hospital monitoring tidak hanya tergantung pada peran tenaga medis, tetapi juga pada kesadaran ibu hamil untuk aktif mengikuti proses pemantauan. Saya sangat mendukung kampanye edukasi yang memperkuat peran ibu hamil sebagai mitra dalam menjaga kesehatan mereka dan bayi yang dikandung. Edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat hospital monitoring adalah kunci penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Dengan pemahaman yang lebih baik, ibu hamil dan keluarga akan lebih sadar akan pentingnya pemantauan kesehatan selama masa kehamilan dan persalinan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Alwi Hasibuan.
Dalam perbincangan tersebut, panelis juga membahas tantangan dalam implementasi hospital monitoring di Indonesia.

Baca Juga:  Kata Rafika tentang JKN: Ikuti Aturannya, Rasakan Manfaatnya

Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan akses dan fasilitas kesehatan di daerah pedesaan. Ahli kesehatan memaparkan perlunya upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperluas jangkauan hospital monitoring ke daerah-daerah terpencil.

“Upaya peningkatan aksesibilitas hospital monitoring di daerah pedesaan memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan kerjasama yang baik, kita dapat mengatasi tantangan keterbatasan fasilitas kesehatan dan memberikan perawatan yang tepat bagi ibu dan bayi,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Yasmine Ramadhana Harahap.

Yasmine melanjutkan bahwa telah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi tantangan tersebut. Beberapa inisiatif telah dilakukan, seperti pelatihan tenaga medis di daerah terpencil, penggunaan teknologi telemedicine, dan program pengiriman tenaga medis ke wilayah yang sulit dijangkau. Hasil dari inisiatif ini sudah terlihat melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi di beberapa daerah.

Baca Juga:  Tipe Terbaru Givency One Siap Jadi Rumah Contoh Termewah dan Terbesar

“Dengan memanfaatkan telemedicine, kita dapat memberikan layanan medis jarak jauh kepada ibu hamil di daerah terpencil, sehingga mereka dapat menerima perawatan yang diperlukan tanpa harus melakukan perjalanan jauh. Di BPJS Kesehatan sendiri, selain peserta dapat memanfaatkan fitur telemedicine pada Aplikasi Mobile JKN, di bagian kesehatan primer kita juga ada program antenatal care, perawatan pasca persalinan dan posyandu untuk balita. Semua ini untuk menjamin persalinan dan kesehatan bayi baru lahir,” terang Yasmine.

Yasmine menyampaikan bahwa diskusi, rekomendasi, beserta masukan-masukan dari para pakar yang hadir perlu dilakukan demi menyatukan persepsi terkait transformasi mutu layanan yang selaras dengan fokus utama BPJS Kesehatan dalam segi pelayanan kepada peserta. Yasmine menerangkan bahwa dengan adanya perbincangan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya hospital monitoring dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Panelis dan ahli kesehatan sepakat bahwa upaya peningkatan aksesibilitas, edukasi masyarakat, dan kolaborasi antara berbagai pihak adalah langkah yang krusial untuk mencapai tujuan ini.

Baca Juga:  lulusan Unimed Diharapkan Menjadi Seorang Pembelajar yang Tangguh, Lincah dan Tangkas

“Semoga dengan adanya perbincangan ini dapat menjadi momentum untuk menggerakkan langkah-langkah konkret guna meningkatkan peranan hospital monitoring dan mewujudkan visi Indonesia yang lebih sehat, dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang signifikan,” terang Yasmine. (red)

Terkait


Berita Terbaru