Home / BISNIS / langka, Masyarakat kocar-kacir Nyarik Gas

langka, Masyarakat kocar-kacir Nyarik Gas


EDISIMEDAN.com, MEDAN– Gas 3 kg langka dipasaran. Ini terjadi sudah terjadi beberapa hari di masyarakat akibatnya masyarakat kocar-kacir untuk mendapatkan gas.

Terpantau seperti yang terjadi di kawasan Jalan  jermal 15, warga mengaku mencari gas sampai ke Sukaramai itu pun tidak dapat. Diperparah kalaupun ads warga sudah sangat merugi karena gas yang ditemukan menjadi lebih mahal dan ditambah ongkos angkot.

“Sudah 30 ribu keluar uang saya untuk mencari gas ini. Harga gasnya pun mahal,” ucap salah seorang warga Jermal pada Senin (24/7).

Begitu juga keluh warga kawasan Perumnas Mandala Medan, Ghazali, sejak beberapa hari gas di kedai tempat ia berjualan  tidak masuk. Kalaupun ada katanya harganya mencapai Rp 30 ribu padahal biasanya paling mahal Rp 20 ribu pertabung.

Baca Juga:  Ungkap Penyelewengan LPG Subsidi 3 Kg, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polda Sumut

“Bah mahal kali sekarang, Rp 30 ribu harganya. Itu pun kalau ada senang kita, ini tak ada pula,” keluhnya lagi.
[24/7 15.16] Mahbubah Lubis: Berdasarkan informasi kekosongan gas 3 kg ini terjadi hampir diseluruh kecamatan di Kota Medan. Seperti Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, karena semuanya kosong.

Untuk itu warga mengharapkan agar persoalan  ini segera selesai karena banyak UKM menjadi terancam Seperti pedagang kerupuk dan gorengan serta pedagang makanan lainnya.

 

Di Kawasan Kesawan, pedagang, Ajir mengaku gas mereka baru masuk, harganya naik hingga 2 Ribu pertabung. “Biasanya Rp 22 Ribu tapi sekarang pas diantar katanya naik jadi Rp 24 Ribu,” tegasnya.

Baca Juga:  Sebagai Holding Industri Pertambangan, Ini Capaian Inalum di Tahun 2018

Ia berharap pertamina dan pihak -pihak terkait sebutnya harus proaktif sebab pihaknya sangat terkendala akibat sulitnya mendapatkan gas ini.

Sementara itu, padahal baru- baru ini pertamina menginformasikan  bahwa stok gas aman-aman saja

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan distribusi dan stok LPG 3 kg dalam kondisi aman di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini diungkapkan Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Kamis (13/7).

“Kebutuhan LPG untuk wilayah Sumut secara keseluruhan disuplai dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Saat ini distribusi dan stok LPG dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, beberapa lalu memang terjadi peningkatan konsumsi di beberapa wilayah, namun saat ini konsumsi masyarakat sudah normal dan pendistribusian berjalan dengan optimal” ujar Satria.

Baca Juga:  Natal dan Tahun Baru, Warga Sumut Pilih Pertalite dan Pertamax

Ia menjelaskan, pihaknya telah meningkatkan pelayanan dan pendistribusian energi baik BBM atau LPG di seluruh kabupaten/kota berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Realisasi elpiji 3 kg hingga 30 Juni 2023 mencapai 233.851 Metrik Ton (MT), kuota penyaluran LPG 3 kg telah mencapai 53,4 persen di Sumut atau sudah over 3,4% dari target penyaluran LPG 3Kg.(red)

Terkait


Berita Terbaru