Home / SUMUT / Harganas ke-30 Tahun Digelar di Samosir, Gubsu: Atasi Stunting Harus Bergandengan Tangan

Harganas ke-30 Tahun Digelar di Samosir, Gubsu: Atasi Stunting Harus Bergandengan Tangan


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 30 tahun digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara (Sumut) di Kabupaten Samosir tepatnya dikawasan Kampung Ulos Hutaraja, pada Sabtu (29/7).

Bertemakan ‘menuju keluarga bebas stunting untuk Indonesia maju’ itu juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke 39 tahun.

Hadir Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumut Nawal Lubis, Drg.Widwiono, M.Kes – Pembina Wilayah Perwakilan BKKBN Prov.Sumut-Pusat, Bupati Samosir, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim.

Dalam sambutannya, Gubernur Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa Harganas merupakan evaluasi pertumbuhan Sumatera Utara, khusus kasus stunting di Sumut sebutnya masih tinggi, sehingga harus menjadi perhatian bersama bahkan di kabupaten Samosir justru katanya masih diangka 26 persen.

“Jadi harus kita tangani bersama tidak bisa orang lain. Kita harus bergandengan tangan. Termasuk awak media berikan informasi berupa edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Mengatasi stunting itu harus dari hulu ke hilir, biaya anak stunting lebih berat dibandingkan anak yang normal,” jelas Gubsu Edy Rahmayadi.

Baca Juga:  Kondisi Stunting Di Sumut Perlu Diwaspadai

Ia juga menyampaikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bekerja keras dalam hal ini karena pihaknya akan melakukan evaluasi 3 bulan sekali. Sebenarnya sebutnys sudah ada penurunan angka stunting di Sumut namun ia menekankan dalam hal ini agar tidak berpuas diri karena masih ada 3 kabupaten yang masih tinggi angka stuntingnya.

Dikesempatan yang sama, Drg.Widwiono, M.Kes – Pembina Wilayah Perwakilan BKKBN Prov.Sumut-Pusat menyebut bahwa tahun 2024 dicanangkan angka stunting harus turun 14 persen.

“Walaupun kita tau ada kabupaten yang prevalensi stuntingnya turun tapi ada juga yang naik. Namun yang penting bagi kita adalah upaya. Kerjakeras kita dalam penurunan stunting,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dr. Munawar Ibrahim. mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan dari pemerintah Sumut, dan keterlibatan pemerintah kabupaten/Kota yang sangat mendukung program BKKBN.

Baca Juga:  Sumut Dorong Kabupaten/Kota Maksimalkan Serapan Anggaran Atasi Stunting

Apalagi katanya Gubernur mengatakan bahwa banyak upaya yang sudah dilakukan dalam hal pembangunan keluarga berencana (KB) dan pengendalian penduduk dan pencegahan stunting.

Pada moment Harganas ini katanya bisa menjadi ajang evaluasi dan merekonstruksi kembali terkait capaian- capaian pada tahun 2023. Ketika ditanya mengapa Harganas Tahun ini digelar di Samosir, ia menjawa karena Bupati dan jajarannya sangat mendukung kegiatan Harganas dan sekaligus mengenalkan dan mempromosikan pariwisata kabupaten Samosir yang sangat indah ke masyarakat.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempromosikan keindahan alam Pulau Samosir ini, dan kedepan program-program bkkbn akan terus ditindaklanjuti bersama pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Saya juga mengapresiasi telah terselenggaranya acara ini dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Samosir, …..dalam sambutannya mengakui Angka stunting masih tinggi di Samosir. Sejauh ini ada 3 pola mengatasi stunting yang dilaksanakan mereka yakni pola asuh, pola makan, dan pola sanitasi. Ia tekankan Apabila 3 pola ini dilaksanakan bersama stakeholder, stunting akan bisa ditekan bersama sama. Ia juga mengaku pola asuh dan pola makan bisa diatasi ditingkat daerah, tetapi ia menegaskan pola sanitasi masih harus ditangani bersama-sama.

Baca Juga:  Edy Rahmayadi Resmikan Pembangunan Kampung Sedekah KSJ di Batubara

“Masih banyak rumah warga yang belum memiliki tempat mandi, Cuci dan kakus (MCK). Saya mengusulkan untuk lokus stunting apabila kami ke kekementrian PUPR dalam program bedah rumah kami minta dukungannya dan ini saya harapkan menjadi prioritas guna mencapai penurunan stunting di Kabupaten Samosir,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan Harganas itu Bupati Samosir juga sekaligus mencanangkan program sekolah Lansia Hottua Bina Keluarga Lansia (BKL) Palipi, di Desa Lumban Palipi, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir. Kemudian diumumkan pemenang lomba Harganas 2023 dan pengukuhan Duta Bapak Asuh Stunting, yang diperoleh Bupati Samosir Vandiko Gultom, dan penghargaan kategori narasi percepatan penurunan stunting semester 1, dalam rangka Harganas ke-30 Pemprovsu diberikan kepada Kotamadya Binjai, dan pemenang lainnya.(red)

Terkait


Berita Terbaru