Home / PENDIDIKAN / Kemendikbudristek Melalui Universitas Tjut Nyak Dhien Medan Gelar Pengabdian Masyarakat Pemula Pemberdayaan Di Desa Manunggal Deliserdang 

Kemendikbudristek Melalui Universitas Tjut Nyak Dhien Medan Gelar Pengabdian Masyarakat Pemula Pemberdayaan Di Desa Manunggal Deliserdang 


EDISIMEDAN.com,  Deliserdang: Kementrian pendidikan kebudayaan riset dan teknologi (Kemendikbudristek) Universitas Tjut Nyak Dhien Medan gelar pengabdian masyarakat pemula -pemberdayaan berbasis masyarakat 2023 di Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli serdang.

Pengabdian masyarakat kali ini yakni pengembangan usaha home industri briket arang menggunakan bahan baku perpaduan batok kelapa dan bongkol jagung dengan ketua peneliti, Mariany Razali S Si M Si dan anggotanya Nurmala Sari S Si M Si, Uswatun Hasanah S Pd M Si, Aldi Fardiansyah, Fatimah.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Mariany Razali mengatakan tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk membantu pelaku usaha home industri briket arang dalam meningkatkan kualitas briket dan memanfaatkan bongkol jagung sebagai alternatif bahan baku briket.

Baca Juga:  Kadis Pendidikan Sumut Sambut Baik Kehadiran Wardiksu Diketuai Vera Sinaga Saat Beraudensi

Kemudian untuk meningkatkan kualitas produktivitas dan kapasitas penjualan arang tempurung kelapa produsen terkait. Serta merancang suatu alat pengempa briket arang tempurung kelapa dan bongkol jagung hidrolik dengan screw pressing.

 

Dikatakannya kepada media pada Selasa (5/8) latar belakang dilakukan pengabdian masyarakat di Desa Manunggal diantaranya, karena briket merupakan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui di Indonesia relatif lebih banyak satu diantaranya adalah biomassa ataupun bahan- bahan limbah organik.

“Biomasa dapat diolah dijadikan bahan bakar alternarif seperti pembuatan arang.Bahan-bahan organik untuk pembuat arang yang sudah biasa digunakan adalah tempurung kelapa,” jelasnya.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi Merajut Kebersamaan, Halal Bihalal Ikatan Alumni Al-Azhar Medan Kembali Digelar

Dimana katanya pihaknya, merumuskan masalah bahwa Briket arang produk home undustri di Desa Manunggal masih menggunakan bahan baku tempurung kelapa. Serta timnya melihat bahwa bahan baku bongkol jagung melimpah di Desa Manunggal sebab terdapat perkebunan jagung.

“Berdasarkan riset juga bahwa perbandingan 7:3 arang kelapa dengan bonggol jagung menghasilkan kualitas briket yang sangat baik sesuai dengan SNI. Penjualan briket arang yang dihasilkan masih terbatas mengingat tidak semua masyarakat mengetahui penggunaan briket terutama untuk memasak sehari-hari juga belum ada alat pengempa briket,’ ujarnya.

Jelas pengabdian masyarakat pemula pemberdayaan berbasis masyarakat 2023 ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar objek. Seperti yang diungkapkan salah seorang warga ini, ia sangat berterimakasih karena telah diberikan alat pengempa briket dan ia berharap dengan adanya alat itu bisa melancarkan usahanya sehingga mampu menambah incomenya. (Cbud)

Terkait


Berita Terbaru