Home / BINJAI / SUMUT / Terancam Petani Mekar Jaya Binjai Mau Ngadu Presiden RI

Terancam Petani Mekar Jaya Binjai Mau Ngadu Presiden RI


EDISIMEDAN.COM, Binjai – Kegiatan mencari makan dengan cara menanam jagung, semangka, ubi dan lain- lain di lahan ex HGU PTPN II di Kecamatan Binjai Selatan sudah di lakoni belasan tahun oleh seratusan petani yang tergabung di Kelompok Tani Mekar Jaya kini terganggu oleh sekelompok orang yang datang dari Beguldah dengan menggunakan senjata rakitan, parang , panah beracun dan pisau.

Terkait gangguan yang membuat sensara petani itu pihak aparat penegak hukum Binjai di masa dua Kapolres yang lama di nilai petani tidak berpihak ke petani .Karena aksi yang tidak manusiawi dari kelompok yang datang dari Beguldah selama setahun belakanganini seperti tidak di respon aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Artis Michelle Ziudith Dan Miswar Gunawan Hasibuan Kembali Bagi Sembako

Karena sudah terancam cari makan maka untuk itu para petani berencana akan berangkat ke Jakarta untuk mengadkan nasib mereka ke Presiden RI Joko Widodo hal itu di katakan Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Zaini Sembiring, Senin, (18/9)

Zaini Sembiring mengatakan bahwa mereka bertani di lahan tersebut hanya untuk menyambung hidup hari demi hari, bukan untuk mencari kekayaan.

Namun kini lahan milik Kelompok Tani Mekar Jaya itu dirusak oleh segerombolan pria tidak diketahui namun mereka terpantau wartawan datang dari kampung Beguldah.

“Ada petani yang luka akibat terkena senjata tajam dan di tembak mereka. Peristiwa ini sudah kita laporkan ke Polres Binjai setahun yang lalu dan sampai sekarang jalan di tempat kasusnya,” katanya, Senin (18/9).

Baca Juga:  Panwascam Medan Labuhan Tertibkan Ratusan APK

Ia mengaku heran dengan sikap Polres Binjai selama ini. Sebab semua laporan yang disampaikan setahun lalu seperti penganiayaan, pengrusakan lahan pertanian dan pengancaman sampai sekarang jalan di tempat.

“Gak ada hak polisi mempertanyakan alas hak lahan yang dikelola Kelompok Tani Mekar Jaya. Proses saja laporan yang petani sampaikan setahun lalu. Karena gak ada respon. Makanya kami, Jumat (19/5) lalu, ramai-ramai datang unjuk rasa ke Polda Sumatera Utara.

Zaini kembali menjelaskan, satu orang anggota Kelompok Tani Mekar Jaya saat ini ditahan pihak Polres Binjai. Padahal, petani yang ditahan dan lainnya hanya mempertahankan lahan mereka yang sudah digarap selama 15 tahun.

Baca Juga:  Dr Indra Tarigan : Uji Swab 6 Warga Binjai Negatif, Jumlah PDP 2 orang

Dalam kesempatan yang sama, dua orang emak-emak Kelompok Tani Mekar Jaya yang enggan namanya disebut, dengan mata berkaca-kaca meminta Presiden Jokowi memberikan perlindungan kepada ratusan Kelompok Tani Mekar Jaya.

Menurut mereka, hanya presiden lah yang mampu menyelesaikan persoalan ini dengan menekan jajaran di bawahnya.

Sudah 15 tahun kami menanam di lahan kami, menanam jagung, ubi, semangka dan lain-lain.

Selama ini lahan kami dirusak, dicuri, gubuk-gubuk kami dibakar, posko kami dibakar.

Bapak Presiden Jokowi, kami sudah melapor ke Polres Binjai tapi gak ditanggapi. Gak diterima laporan kami. Jadi kemana lagi kami melapor bapak,” kata petani. ( rel)

Terkait


Berita Terbaru