Home / BISNIS / Ketua KPPU jadi Profesor Pertama di Unisda Jawa Timur

Ketua KPPU jadi Profesor Pertama di Unisda Jawa Timur


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Afif Hasbullah dikukuhkan sebagai Profesor atau Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Hukum di Universitas Darul ‘Ulum Lamongan (Unisda), Jawa Timur.

Pengukuhan dilakukan Ketua Badan Pembina PP LPIS Unisda Dra Hj Siti Djamilah, Sabtu (21/10/2023) di kampus tersebut.

Dengan pengukuhan tersebut, Prof Afif merupakan guru besar pertama yang dimiliki Unisda.

Prof Afif menyampaikan pidato pengukuhannya bertemakan politik hukum pengawasan kemitraan dalam mewujudkan kesejahteraan umum. Ia menekankan pentingnya kerangka hukum dan kebijakan yang diperlukan untuk penguatan dan pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM).

Baca Juga:  IndoPremier Buka Kantor Baru Di Medan

Menurutnya, kemitraan UKM dengan usaha besar yang sehat akan berkontribusi positif terhadap peningkatan dan stabilitas perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

“Namun masih banyak persoalan ditatanan implementasi kebijakan, seperti regulasi yang tumpang tindih dan tidak efektif,” ujarnya.

Menurutnya, dibutuhkan perhatian khusus seluruh pemangku kepentingan atas hal tersebut. Itu karena pengawasan perjanjian kemitraan oleh KPPU sudah berjalan baik, namun masih dibebani banyak hambatan, terutama status kelembagaan dan sumber daya yang jauh dari mencukupi dibanding luas wilayah dan cakupan pengawasan.

Sebagai informasi, Prof Afif telah membina karir sebagai akademisi di Unisda sejak 2001 sampai dengan 2017 sebagai dosen pada Fakultas Hukum kampus tersebut.

Baca Juga:  KPPU Kanwil I Temukan Harga Beras Bulog di Atas HET

Tak lama, Prof Afif yang merupakan lulusan terbaik pada Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, didapuk pada tahun yang sama sebagai Rektor Unisda di usianya yang ke-24 tahun. Ini menjadikan ia sebagai rektor termuda di Indonesia saat itu.

Prof Afif aktif menulis banyak jurnal ilmiah berakreditasi scopus dan prosiding internasional maupun nasional. Hal itu memberikannya loncatan besar karir akademisnya dari Lektor menjadi Guru Besar di usianya yang masih 46 tahun.

Saat ini selain memimpin KPPU, ia uga berperan sebagai ketua Dewan Senat perguruan tinggi tersebut dan Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Matholi’ul Anwar Lamongan. (red)

Terkait


Berita Terbaru