Home / KESEHATAN / BPJS Kesehatan Sebagai Perlindungan dari Kemungkinan Terburuk di Masa Depan

BPJS Kesehatan Sebagai Perlindungan dari Kemungkinan Terburuk di Masa Depan


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Amalia Putri Ningrum atau yang biasanya dipanggil Amalia merupakan peserta BPJS Kesehatan sejak ia masih remaja hingga sekarang berumur 22. Amalia sendiri merupakan mahasiswa lulusan dari universitas swasta ternama di Medan. Kehadiran Amalia kali ini adalah untuk mengubah data peserta yang dulunya masih tanggungan orang tua menjadi tanggung diri sendiri. Untuk mengubah status tanggungan tersebut, Amalia pun mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan (19/12) atau alternatif lain dengan menggunakan layanan online yang disediakan oleh BPJS Kesehatan seperti Mobile JKN.

“Saya tahu betapa pentingnya menjadi peserta BPJS Kesehatan sekarang ini terkhusus untuk para mahasiswa yang baru lulus seperti saya. Banyak perusahaan yang menjadikan BPJS Kesehatan sebagai salah satu syarat rekrutmen mereka sehingga saya langsung mengurus pemindahan data peserta agar tidak repot lagi nanti. Menurut saya justru ini sangat bagus untuk memastikan jaminan Kesehatan yang dimiliki oleh penduduk,” tutur Amalia.
Terhitung belasan tahun sejak Amalia menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia menyampaikan bahwa  tidak lama ini ia mengalami tipes dan saat itu ia memutuskan untuk mengkonsumsi obat saja. Dengan gejala yang tidak mereda, Amalia pun akhirnya mencoba untuk melakukan pengecekan di rumah sakit terdekat. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari dokter, selain tipes Amalia juga mengalami demam berdarah. Amalia mengaku ketika ia mendapatkan pelayanan di rumah sakit ia tidak terlalu merasa adanya perbedaan dengan pasien yang lain. Berdasarkan pengalamannya, Amelia merasakan jika tenaga medis, fasilitas Kesehatan hingga ketersediaan obat pun selalu diberikan yang terbaik dan selalu tersedia kapanpun ia membutuhkannya.
“Waktu itu saya memilih untuk beli obat dan perawatan di rumah saja dikarenakan sakit yang belum terlalu parah. Namun, Ketika saya melakukan checkup di puskesmas, mereka menyuruh saya untuk periksa lebih lanjut di rumah sakit sehingga di saat itulah saya mengetahui bahwa saya terserang dua jenis penyakit sekaligus. Tidak hanya saya saja, ibu saya juga pernah mengalami peristiwa yang sama. Dikarenakan saya pernah memiliki pengalaman yang persisi seperti ini sebelumnya, maka saya tidak ingin mengambil risiko dan langsung membawa ibu saya ke rumah sakit,” imbuh Amalia.
Penting untuk selalu memperhatikan kesehatan dan tidak meremehakan gejala yang muncul. Perawatan medis yang tepat waktu juga sangat penting, terutama dalam kasus seperti demam berdarah dan tipes. Maka dari itu, Amalia menambahkan bahwa ia mendapatkan informasi menarik terkait BPJS Kesehatan dimana sekarang sudah dapat dilakukan skrining Kesehatan secara online tanpa perlu ribet ke rumah sakit. Amalia berpendapat bahwa fitur ini sangatlah membantu untuk peserta yang susah dalam membagi waktunya sama seperti dikondisi Amalia yang kala itu sedang terbaring sakit di rumah.
Diakhir pembicaraan, Amalia menyebutkan harapannya kepada BPJS Kesehatan dan juga dengan seluruh rumah sakit yang berada di seluruh Indonesia dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mengoptimalkan manfaat bagi peserta dan untuk selalu mempertahankan upaya dan kinerja yang mereka dedikasikan kepada masyarakat Indonesia demi mendapatkan jaminan kesehatan yang layak dan setara bagi semuanya. “Saya berharap melalui seluruh upaya ini, BPJS Kesehatan akan selalu memiliki tujuan dalam memastikan pesertanya untuk mendapatkan akses yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memberikan perlindungan yang cukup dalam menjaga kesehatan masyarakat. Saya juga ingin menambahkan pesan agar setiap peserta jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter secara berkala untuk pemeriksaan kesehatan rutin,” ujar Amalia.(red)

Terkait


Berita Terbaru