Home / PENDIDIKAN / Kado Peringatan Hari Ibu, Empat “Srikandi” UMSU Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Kado Peringatan Hari Ibu, Empat “Srikandi” UMSU Dikukuhkan Jadi Guru Besar


EDISIMEDAN.com,  MEDAN-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mengukuhkan 4 dosen perempuan sebagai guru besar melalui sidang senat terbuka yang digelar di auditorium kampus Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (23/12)

Pengukuhan empat srikandi UMSU sekaligus ini menjadi momen spesial karena digelar sehari pasca Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Para dosen perempuan yang dikukuhkan sebagai guru besar yakni, Prof. Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, M.Si Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen yang juga Sekda Sumut periode 2018-2021, Prof. Dr. Ida Hanifah, S.H., M.H Guru Besar Bidang Ilmu Hukum,, Prof. Dr. Emilda Sulasmi, S.Pd., M.Pd Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan dan Prof. Dr. Siti Mujiatun, S.E., M.M Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen.

Pengukuhan ini sekaligus menambah total guru besar UMSU menjadi sebanyak 16 orang. Jumlah guru besar UMSU terbanyak di lingkungan Perguruan tinggi swasta LLDIkti Wilayah Sumut

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si dan Sekretaris PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Med turut hadir pada pengukuhan empat guru besar perempuan.

Pada kesempatan ini, Ketua PP Muhammadiyah Prof Haedar mengucapkan taniah pada keempat guru besar yang resmi dikukuhkan. Dia menyampaikan pesan bahwa kampus dan dunia akademik selalu menyebarkan nilai-nilai kebenaran.

Baca Juga:  Lulusan UNIMED Harus Berempati dan Mahir

“Ilmu juga mengajarkan etika, moral dan akhlak karena dunia ilmu dan akademik telah ditanamkan. Manusia harus hidup berdasarkan value atau nilai, itulah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain,” kata prof. Haedar.

Prof. Haedar juga menyampaikan selamat atas penyerahan SK kepada UMSU yang resmi menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah tahun 2027.

Penguatan juga disampaikan Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti pencapaian guru besar perempuan harus digaris bawahi karena selain pencapaian akademik juga menjawab mitos perempuan memiliki kecerdasan di bawah laki-laki.

“Professor dan guru besar sejatinya adalah pendekar, mereka yang menjadi benteng ilmu, seni dan budaya serta benteng akhlak dan benteng pradaban,” kata Abdul Mu’ti.

Keempat guru besar yang disebut ‘Srikandi’nya UMSU, masing-masing menyampaikan pidato orasi ilmiah sesuai bidang keilmuan. Prof. Ida berpidato terkait ‘Tantangan dan Prospek Hak-hak Pekerja Rumah Tangga’, Prof. Sabrina tentang ‘Implementasi Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan’, Prof. Emilda ‘Manajemen dan Kepemimpinan Berkelanjutan Pada Sekolah Swasta Di Era Society 5.0’ dan Prof. Siti terkait ‘Implementasi Financial Teknologi Dalam Perspektif Maqashid Syariah’.

Baca Juga:  Busyro Muqoddas Pidato di Wisuda UMSU: Bangga Ada Mahasiswa Asing

Pada orasi ilmiah, Prof. Sabrina yang merupakan Sekda Sumut periode 2018-2021 menceritakan alasannya memilih gabung di dunia akademik bersama UMSU. Dia mengapresiasi UMSU karena memiliki beberapa item yang mumpuni terlihat dari capaian akreditasi unggul.

“UMSU memiliki visi misi dan kebijakan yang dijabarkan secara visioner dan akuntabel yang direalisasikan dengan nyata untuk pengembangan Lembaga mahasiswa maupun dosen. UMSU memiliki percepatan guru besar yang professional, termasuk saat ini kami meraih capaian guru besar,” ujar Prof. Sabrina.

Prof. Emilda mengucapkan terima kasih kepada semua sivitas akademika UMSU yang telah memberikannya kesempatan berproses di dunia akademik.

“Saya memilihat tata Kelola UMSU yang modern dengan kepemimpinan yang kolektif dan kolegial dan leadership yang solid,” ujarnya.

Pada prosesi pengukuhan, Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyematkan tanda profesor kepada empat guru besar. Dia menegaskan, UMSU akan terus mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk meraih jabatan tertinggi sebagai guru besar.

“Dikukuhkannya empat guru besar perempuan, ini merupakan sejalan dengan target UMSU sebagai kampus yang terakreditasi unggul,” kata Prof. Agussani.

Baca Juga: 

Kedepannya, UMSU terus berupaya memberikan motivasi kepada para dosen dengan berbagai program, di antaranya penyediaan dana penelitian dan bantuan berupa insentif publikasi jurnal ilmiah, terakreditasi nasional dan internasional terindeks Scopu untuk mencapai guru besar.

Capaian membanggakan tidak hanya guru besar, Kepala LLDIKTI Wilayah I menyampaikan rasa harunya karena UMSU berhasil meraih 6 medali pada ajang Anugrah Dikti Ristek terbanyak di antara PTS luar Sumatera, “UMSU melalui Rektor telah mendukung dosen-dosen kami. Saya berterima kasih bahwa UMSU tidak membedakan dosen DPK dengan Yayasan dalam hal support mengikuti guru besar, ini adalah hal yang positif,” kata Kepala LLDikti.

Turut hadir pada pengukuhan Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution MA (Ketua PWM Sumut), Ketua PP Aisiyiyah Dr. Noordjannah Djohantini, Edy Rahmayadi (Gubsu periode 2018-2023), Tengku Erry Nuradi (Gubsu periode 2015–2018), H. Musa Rajekshah MHum ( Wagubsu Priode 2018-2023), Dr. Hasanuddin, S.IP., M.M (PJ Gubernur Sumut). Prof Saiful Anwar Matondang, PhD (Kepala LLDikti Sumut), Konsulat Amerika Serikat di Medan, Konsulat Belanda Para Senat dan BPH serta sivitas akademika UMSU.(red)

Terkait


Berita Terbaru