Home / NEWS / KPPU Bersama Satgas Pangan dan Pelaku Usaha Dalami Penyebab Harga Pangan Naik

KPPU Bersama Satgas Pangan dan Pelaku Usaha Dalami Penyebab Harga Pangan Naik


EDISIMEDAN.com,MEDAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengumpulkan para pelaku usaha, pemerintah, dan satgas pangan untuk mendalami fenomena pergerakan harga pangan, khususnya beras.  Adapun yang hadir yakni Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Satuan Tugas Pangan POLRI, asosiasi, dan berbagai pelaku usaha besar.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur mengatakan, pendalaman terhadap fenomena pergerakan harga pangan ini dilakukan setelah adanya tren kenaikan harga beras khususnya dalam enam bulan terakhir.

“Selain itu, berbagai informasi mengenai kelangkaan komoditi beras di pasar retail juga ikut menjadi pendorong,” katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Dia menuturkan, beberapa poin penting yang diperoleh dalam diskusi tersebut antara lain tentang adanya hambatan di hulu (panen gabah), di mana berbagai macam faktor diduga mengakibatkan turunnya tingkat produksi gabah panen dan beras.

Baca Juga:  Isu Migor, KPPU Sebut Ada Sinyal Kartel

Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah faktor musim dan cuaca, faktor luas lahan tanam yang berkurang serta produktifitas lahan yang relatif rendah.

“Sementara dari sisi penggilingan padi, terdapat informasi mengenai makin banyaknya usaha penggilingan padi kecil yang tidak memiliki kemampuan bersaing untuk memperoleh gabah hasil panen, apabila dibandingkan dengan usaha penggilingan besar,” kata Deswin.

Selain itu, kata Deswin, ada pula hambatan di sisi produksi dan distribusi beras. Sejak akhir 2023 sampai awal Februari 2024, para pelaku usaha di bidang beras menyampaikan adanya kesulitan untuk menemukan komoditi beras untuk disalurkan ke pasar, terutama pasar modern.

KPPU Kumpulkan Pengusaha hingga dan Satgas Pangan untuk Dalami Kenaikan Harga Beras. (Foto Istimewa)

KPPU Kumpulkan Pengusaha hingga dan Satgas Pangan untuk Dalami Kenaikan Harga Beras. (Foto Istimewa)

“Memasuki periode akhir Februari, beberapa daerah sudah melakukan panen, sehingga diharapkan komoditi beras dapat tersedia kembali di tingkat penggilingan padi sampai ke distributor,” jelasnya.

Baca Juga:  KPPU Kanwil I Temukan Harga Beras Bulog di Atas HET

Poin lain yang dibahas, kata Deswin, adalah pernyataan Persatuan Penggiling Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) yang menyebut bahwa penentuan harga komoditi ini dibentuk oleh pelaku usaha yang memiliki jaringan langsung dengan produsen di wilayah sentra produksi.

“Hal ini kemudian berpengaruh secara langsung terhadap harga jual beli di daerah lain,” tegasnya.

Selain itu, diskusi juga menyoroti efektifitas kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditi beras. Dimana berdasarkan data dan informasi dari berbagai daerah, harga yang terbentuk di pasar relatif lebih besar dari HET yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk menindaklanjuti berbagai data, informasi serta temuan dalam diskusi tersebut, KPPU, akan melakukan pendalaman lebih lanjut terutama untuk identifikasi potensi praktik persaingan usaha tidak sehat mengacu kepada Undang-Undang No. 5 Tahun 1999.

Baca Juga:  BNPB Mencatat Ada 8 Korban Meninggal Akibat Bencana Asap

“Berkaitan dengan hal tersebut, KPPU telah membentuk tim yang tidak hanya mengkaji industri tetapi juga melakukan investigasi, dan bila ditemukan adanya indikasi praktik persaingan usaha tidak sehat, KPPU akan menindaklanjutinya dengan proses penegakan hukum,” tukasnya. (red)

Terkait


Berita Terbaru