Home / BISNIS / BI Sumut Klaim Harga Beras dan Ayam Penyumbang Inflasi Di Ramadan

BI Sumut Klaim Harga Beras dan Ayam Penyumbang Inflasi Di Ramadan


EDISIMEDAN.com, MEDAN – Bank Indonesia (BI) Sumut terus mengingatkan potensi inflasi saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Ia pun berharap inflasi saat Ramadan tak melampaui inflasi bulan Februari 2024 yang mencapai 0,41 persen.

“Kalau kita lihat ini adalah inflasi setiap adanya HBKN dari 2019 sampai 2024. Secara bulanan, angka 0,4 persen itu jarang terjadi kalau kita lihat di beberapa periode HBKN, itu ada 0,08 persen. Kita pernah 0,4 persen di tahun 2020,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut IGP Wira Kusuma saat Rapat Koordinasi TPID Sumut di Medan, Kamis (7/3).

Wira menyebut agar komoditas pangan perlu dijaga lantaran beberapa bahan pokok saat ini masih fluktuatif. Ia pun menyebut agar komoditas pangan saat Ramadan perlu menjadi perhatian.

Baca Juga:  Hari Kanker Anak Internasional 2020 YOAM Gelar Jalan Santai “Cancer Fun Walk”

“Dari 10 komoditas utama, itu selalu inflasi komoditas pangan baik pada Juni 2019, Mei 2020 sampai April 2023 ini. Kalau kita lihat di 2023 ini, itu lima kota IHK, dua kota terbesar penyumbang inflasi adalah beras dan cabai merah, rata-ratanya 0,06 untuk beras dan 0,02 untuk cabai merah, ini perlu jadi perhatian kita,” ujarnya.

Lanjutnya, Wira pun menjabarkan beberapa komoditi yang saat ini mengalami kenaikan, contohnya daging ayam ras yang saat ini dipatok seharga Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribuan per kg.

“Kita lihat kalau beras secara nasional itu meningkat namun kita lihat daging ayam itu meningkat, itu perlu menjadi perhatian kita. Meskipun daging ayam tak masuk komoditas penyumbang inflasi terbesar saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) namun saat HBKN ini perlu kita perhatian harga daging ayam,” lanjutnya.

Baca Juga:  BI Sumut Gelar Pertemuan Tahunan BI 2023, Laju Inflasi 2024 Diperkirakan Terkendali

Sementara itu, Wira juga menyebutkan kondisi harga beras yang mahal lantaran panjangnya alur pendistribusian beras di Sumut. Untuk itu, ia meminta perlu adanya dukungan dan kolaborasi antarstakeholder terkait.

“Kalau kita lihat distribusi beras di Sumut ini melibatkan provinsi-provinsi tetangga kita sehingga kita tidak menutup arus perdagangan antarprovinsi ini. Inilah yang terjadi tahun 2023 kemarin dengan El Nino yang terjadi di Jawa lalu distribusi beras diserap di Jawa sehingga harga meningkat, kita juga banyak memasok ke Aceh dan Riau,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumut Hassanudin memastikan kebutuhan bahan pokok saat momen Ramadan tercukupi. Ia meminta agar masyarakat tak perlu panik atau panic buying saat Ramadan maupun Lebaran mendatang.

Baca Juga:  KPPU Kanwil I Temukan Harga Beras Bulog di Atas HET

“Ketersediaan stok bahan pokok dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri tercukupi dan tersedia, tak perlu ragu dan belanja yang bijak sesuai kebutuhan,” pungkas Hassanudin.(red)

Terkait


Berita Terbaru