Home / BISNIS / Harga Cabai Merah Sentuh Rp80 Per Kg, Benjamin Gunawan:  Buyarkan Harapan Deflasi di Bulan Mei

Harga Cabai Merah Sentuh Rp80 Per Kg, Benjamin Gunawan:  Buyarkan Harapan Deflasi di Bulan Mei


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Harga cabai merah mengalami kenaikan yang cukup tajam di awal pekan ini. Mengacu kepada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah menyentuh Rp80 ribu per kilogram (Kg) di Kota Medan dibandingkan sebelumnya yang di akhir pekan yang ditransaksikan di kisaran Rp45 Kg hingga Rp50 ribu per Kg.

Meskipun melonjaknya harga cabai tersebut 9kerap terjadi di awal pekan, akan tetapi kenaikan harga cabai merah tersebut membuyarkan harapan terjadinya deflasi di bulan Mei untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Menurut Pengamat Ekonomi Benjamin Gunawan, untuk dapat mencapai deflasi, harga cabai semestinya berada di bawah kisaran Rp36 ribu per Kg. “Menurut hitungan saya, harga cabai merah harus rata-rata di bawah Rp36 ribu per Kg agar bisa mengejar target deflasi. Dan beberapa komoditas pangan masyarakat seperti cabai rawit, ikan segar, bawang merah, bawang putih dan tomat berpeluang mendorong terciptanya deflasi. Termasuk tiket pesawat dan kemungkinan harga emas. Sementara itu, untuk komoditas lainnya sejauh ini masih terpantau stabil,” sebutnya Senin (20/5/2024).

Baca Juga:  Pertamina Operasikan BBM Satu Harga Di Nias

Dijelaskannya, sejumlah harga kebutuhan masyarakat masih mahal salah satunya karena cuaca yang berakibat pada sisi produksi. “Daging ayam, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging sapi dan beras sejauh ini masih terpantau stabil. Walaupun terpantau stabil, sejumlah harga kebutuhan masyarakat saat ini pada umumnya masih bertahan mahal. Dan beberapa komoditas yang terbilang mahal didorong oleh buruknya cuaca yang mengakibatkan terjadinya tekanan pada sisi produksi,” paparnya.

Kemudian,, beberapa komoditas pangan yang terdampak dari cuaca (panas) di antaranya cabai merah, cabai rawit, daging ayam, telur ayam dan gula pasir. Sementara untuk bawang merah yang bertahan mahal dipicu oleh kondisi gagal panen serta penurunan produksi di sentra produksi bawang merah di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Baca Juga:  Mitsubishi Motors Hadirkan Edisi Kedua Pajero Sport di GIIAS Medan 2019

“Di bulan ini, Sumut diproyeksikan masih akan mengalami inflasi, sejauh ini masih di bawah 0.2 persen. Kenaikan harga cabai merah yang mencapai Rp80 ribu (Per Kg) saat ini akan kembali turun nantinya. Meskipun akan tetap membuat harga cabai bertahan mahal,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya lagi, pemerintah daerah (Pemda) harus mewaspadai faktor cuaca dan bencana yang kerap membuat produksi pertanian mengalami gangguan. “Bencana di Sumatera Barat (Barat) telah memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan hortikultura sebelumnya,” sebutnya

Tambahnya lagi, ke depan, kenaikan harga gabah yang kembali berada di atas Rp6.300 per kilogram (Kg) juga akan berpotensi mendorong kenaikan harga beras. “Pengendalian inflasi di sisa akhir tahun akan sulit, mengingat potensi deflasi di bulan-bulan yang tersisa kian mengecil peluangnya,” tutupnya. (red)

Terkait


Berita Terbaru