Home / PENDIDIKAN / Sebanyak 316 Santriwan-Santriwati SIT Jabal Noor Diwisuda

Sebanyak 316 Santriwan-Santriwati SIT Jabal Noor Diwisuda


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Sebanyak 316 orang santriwan-santriwati Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jabal Noor diwisuda pada Wisuda Akbar Tahfidz Al-Qur’an Tahun VIII, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jabal Noor, Sabtu (1/5) di Griya Benn Convention Hall Medan.

Santriwan-santriwati yang sudah diwisuda tersebut diharapkan dapat menjadi generasi pemimpin di masa depan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Konsul Jendral Turki untuk Indonesia, yang juga tokoh Sumut, Dr. Rahmatshah, pada sambutannya di Wisuda Akbar tersebut.

Rahmatshah mengaku senang karena ada anak-anak bangsa qurani yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan kelak.

“Saya adalah anak yatim piatu, lahir di Perdagangan, janya anak seorang ulama. Kami dari Perdagangan kerja di bengkel tapi tidak di atas penderitaan orang lain ataupun melanggar ketentuan negara. Saat ini saya di Konsul Jendral Turki, dan ada ekspor-impor, dan diharamkan saya mendapatkan sepeserpun apalagi itu manfaatnya dirasakan orang. Dan untuk tahfiz yang 17 orang, nanti kita undang ke Rahmat Internasional Wildlife Centre. Bisa lihat Alquran yang kecil ataupun Alquran semua bahasa. Agar masyarakat luas mendapat sesuatu yang baik, sesuatu yang mulia. Silahkan juga kalau nanti mau berkunjung ke Rahmat Zoo,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dosen Unimed Ciptakan Mesin Pencuci Tangan Anti Covid-19

Dia juga berpesan kepada santri dan santriwati itu  jangan berbuat yang tidak baik.

“Jangan berbuat sesuatu yang kita tidak ingin orang lakukan kepada kita. Kita bisa berbohong, tetapi tidak bisa berbohong kepada Allah SWT. Terakhir, pesan saya, hati-hati dengan pujian karena pujian adalah racun. Juga hati-hati handphone karena handphone (bisa jadi) racun. Semoga putra-putri yang diwisuda dapat menjadi pemimpin bangsa ke depan,” harapnya.

Pada acara yang dimulai pukul 7.30 WIB tepatnya pada 24 Dzulhijjah 1445 Hijriah ini, Ketua Panitia pelaksana Wisuda Akbar Tahfiz ke 8 SIT Jabal Noor, Ustaz Chandra Dhika Setiawan SPd Gr merinci, jumlah wisudawan-wisudawati tahun ini ada 316 orang terdiri dari tingkat SD yakni 76 orang, SMP yakni 158 orang, SMA yakni 68 orang, dan Pondok Pesantren 14 orang. Para wisudawan-wisudawati santriwan-santriwati juga mendapat penyematan tanda wisuda oleh Kabid Pendidikan SIT Jabal Noor Muhammad Isa, S.Pd
Kepala SD IT Jabal Noor Mega Rahma Putri Nainggolan, S.Pd, Kepala SMP Chandra Dhika Setiawan, S.Pd, Kepala SMA Prasti Meigy Safitry, S.Pd, Kepala Ponpes Adi Sukarni Alhafidz

Hadir di antaranya Ketua Yayasan Jabal Noor KH. Zulfikar Hajar, L.C, Umi Siti Mahdurah L.C yang sedang melaksanakan ibadah haji, Direktur SIT Jabal Noor, Ustaz dr Hasanul Arifin, M.Ked (Neu) Sp.S, Pengawas Yayasan SIT Jabal Noor Ustaz Ammar Zulfiqar SH Mkn yang sedang ibadah haji, Bendahara Yayasan SIT Jabal Noor Ustaz Khalid Zulfikar STP.

Baca Juga:  Bapomi dan Artipena Sumut Bentuk 5 Korda

Tampak hadir juga sejumlah pejabat terkait di antaranya, Konsul Jendral Turki untuk Indonesia, Rahmatshah, mewakili Mayjen TNI Purn. Hasyim, Pj Gubsu Hasanudin diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Tripriyono, Ustaz Amhar Nasution, Ketua Baznas Provsu Prof. Hatta, tokoh akademisi Syahnan Asmara, Gubsu Periode 2019-2023 Edy Rahmayadi dan sejumlah tokoh dan pejabat terkait lainnya.

Ketua Yayasan Jabal Noor KH. Zulfikar Hajar mengungkapkan awalnya tidak ada niat membangun masjid ataupun pesantren, tetapi ada saja yang mau membantu. “Ada yang mewakafkan tanahnya, itulah, Zulfikar ini tidak apa-apanya, tapi berdirilah masjid dan pesantren. Tidak ada apanya Zulfikar Hajar ini tanpa guru-guru pesantren. Guru tidak ada artinya tanpa ada murid-murid. Murid tidak ada artinya tanpa adanya orangtua yang memberikan amanah anaknya ke pesantren,” ujarnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu dan Kualitas, Guru SD se- Kota Medan ikuti Pelatihan Penilaian Kelas

Gubsu periode 2019-2023, Edy Rahmayadi menyatakan bersyukur bisa hadir dan berharap ini akan menuntun anak-anak  untuk di masa depan. “Kita bersyukur masih ada guru-guru dan saudara saudara yang masih mau memberikan ilmu yang bermanfaat. Saya mungkin tidak bisa berbuat seperti itu, tapi saya ingin mendirikan atau menciptakan anak-anak qurani. Alquran ini yang menuntun anak-anak kita. Insya Allah, saya akan terus mendukung Alquran. Saya sangat bangga sama KH Zulfikar  dalam 70 tahun umurnya masih mau seperti ini. Saya terima kasih,” ungkapnya.

Pj Gubsu Hasanudin diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Tripriyono membacakan sambutan PJ Gubsu memaparkan bahwa seorang muslim dapat mengamalkan nilai-nilai Islam dengan baik jika mampu menghapal Alquran dengan baik. Karena itu para wisudawan diharapkan tetap menjaga hapalannya, karena menjaga yang lebih sulit daripada menghapalnya.

“Generasi saat ini dapat menjadi pemimpin yang soleh-soleha untuk menjadi pemimpin di masa depan. Kalian adalah pemimpin bangsa dan duta masyarakat. Maka jagalah nama sekolah ini dan provinsi Sumut dengan cara menjaga prestasi dan martabat. Belajar dengan giat dan sungguh-sungguh,” katanya. (red)

Terkait


Berita Terbaru