22 Eks dan Anggota DPRD Sumut Hari Ini Diperiksa KPK di Mako Brimob Polda Sumut

74
Febri Diansyah, Juru bicara KPK

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pasca menetapkan 38 orang eks dan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka baru dalam kasus suap Gubernur Gatot Pujonugroho, hari ini, Senin ( 16/4/2018), penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan 22 orang anggota DPRD Sumut. Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Polda Sumut.

Juru Bicara KPKm Febri Diansyah membenarkan pemeriksaan hari ini. Febri mengatakan 22 anggota DPRD Sumut itu diperiksa untuk 38 orang tersangka yang baru ditetapkan oleh KPK.

“Hari ini Penyidik KPK akan lakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi yang merupakan anggota DPRD Sumut untuk 38 tersangka. Hal ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan terhadap sekitar 50 saksi sebelumnya,” sebut Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan persnya.

Pemeriksaan ini lanjut Febri dilakukan untuk mendalami dan memilah dugaan penerimaan terhadap 38 anggota DPRD Sumut yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Terutama hubungannya dengan kewenangan dan periode jabatan masing-masing.

Karena diduga penerimaan suap terkait dengan 4 kondisi mulai dari persetujuan laporan pertanggungjawaban Gubernur hingga membatalkan interpelasi DPRD,” urai Febri.

Dalam siaran persnya itu juga, Juru Bicara KPK ini mengharapkan agar para saksi yang dipanggil pada hari ini kooperatif untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Kami ingatkan agar para tersangka dan saksi dalam kasus ini koperatif agar dapat dipertimbangkan sebagai faktor yg meringankan,” tandas Febri lagi dalam siaran persnya itu.

Namun dalam siaran persnya itu, Febri tidak menyebutka nama-nama anggota DPRD Sumut yang akan diperiksa pada hari ini.

Sementara 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus suap Gatot adalah, Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar.

Kemudian, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring.

Lainnya, yakni Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. [ska]

Apa Tanggapan Anda?