38 Anggota DPRD Sumut jadi Tersangka, Beredar Spanduk Ini di Depan Gedung DPRD Sumut

83
Pasca penetapan 38 orang eks dan anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, beredar sebuah spanduk berwarna merah putih terpampang di pagar Kantor DPRD Sumut.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pasca penetapan 38 orang eks dan anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka kasus suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, beredar sebuah spanduk berwarna merah putih terpampang di pagar Kantor DPRD Sumut.

Spanduk itu bertuliskan “Selamat untuk 38 anggota DPRD Sumut, atas prestasi tahun ini”.

Entah siapa yang memasang spanduk tersebut, namun tulisan yang ada di dalam spanduk itu membuat sejumlah pengendara yang membacanya tersenyum.

Menanggapi tulisan dalam spanduk itu, anggota DPRD Sumut dari fraksi PDI P, Sutrisno Pangaribuan mengatakan tidak dapat lagi membatasi ekspresi dari publik. Bahwa publik hari ini berhak untuk memberi reaksi tanggapan secara politik apa yang sedang dialami DPRD Sumut.

“Apakah itu ekspresi kekecewaan atau ungkapan satir. Hal itu fakta dan tidak bisa kita pungkiri lagi,” kata Sutrisno, Jumat (13/4/2018).

Ia menambahkan, kedepan hal korupsi seperti ini tidak boleh terjadi lagi dan DPRD Sumut harus memperbaiki citra di masyarakat.

“Secara politik, partai politik harus membenahi diri dan rekrutmen politik juga harus diperbaiki. Karena rakyat masih sangat menentukan kualitas lembaga ini. Kalau rakyat tidak ada menuntut harus ada transaksi-transaksi dalam memilih. Mungkin cost politik bisa dikurangi,” ungkap Sutrisno.

Lebih lanjut, Sutrisno menjelaskan bahwa harusnya setiap orang yang kemarin di pemilu legislatif menerima sejumlah uang dari caleg, harus bertanggungjawab secara moral dengan peristiwa ini. Karena kita tidak bisa menyalahkan secara sepihak. Sebab sebagian masyarakat juga ada yang terima uang dari caleg mungkin dikisaran Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Begitu caleg tersebut tersandung masalah hukum harusnya dia juga introspeksi diri. Karena telah ikut membuat sistem politik jadi begini. Masyarakat harus berkomitmen saya tidak mau terima uang anda. Kalau hak tersebut memaksa anda untuk korupsi,” jelas Sutrisno. [ska]

Apa Tanggapan Anda?