Home / SUMUT / Angka kemiskinan Sumatera Utara mengalami penurunan

Angka kemiskinan Sumatera Utara mengalami penurunan


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Angka kemiskinan di Sumatera (Sumut) mengalami penurunan sebesar 0,13 poin yaitu dari 9,14 persen pada September 2020 menjadi 9,01 persen pada Maret 2021.

Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara pada Senin (2/8) bahwa Angka kemiskinan ini setara dengan 1,34 juta jiwa pada Maret 2021, atau berkurang sekitar 13 ribu jiwa dalam satu semester terakhir.
“Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 di daerah perkotaan
sebesar 9,15 persen, dan di daerah pedesaan sebesar  8,84 persen. Daerah perkotaan mengalami  penurunan
sebesar 0,10 poin, sedangkan daerah pedesaan berkurang sebesar 0,18 poin jika dibandingkan September 2020,” ungkap
Garis Kemiskinan pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp.525.756,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan
Makanan sebesar Rp. 395.104,- (75,15 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp. 130.652,- atau sekitar (24,85 persen).
Pada periode September 2020 – Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan
(P2) menunjukkan penurunan.
Disebutkan bahwa P1 dari 1,599 pada September 2020 menjadi 1,522 pada Maret 2021, dan P2 dari 0,453 menjadi 0,376. Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata  pengeluaran penduduk miskin cenderung meningkat dan semakin mendekati garis kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin sedikit berkurang.
Sementara perkembangan tingkat kemiskinan Sumatera Utara Maret 2009 – Maret 2021 secara umum, pada periode Maret 2009 – Maret 2021 tingkat kemiskinan di Sumatera Utara terjadi fluktuasi turun naik dalam jumlah maupun persentase.
Ada dua (2) fase turun naik yang terjadi, fase pertama dari Maret 2009 cenderung menurun hingga Maret 2014 dan kemudian meningkat hingga Maret 2017. Fase kedua terjadi penurunan pada September 2017 hingga September 2019 dan kemudian meningkat lagi sejak  Maret 2020 hingga Maret 2021.
Kenaikan tingkat kemiskinan pada fase pertama, khususnya pada September
2013, September 2014 hingga September 2015 dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai
akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak.
Sementara itu, kenaikan jumlah dan persentase penduduk
miskin pada fase kedua, periode Maret 2020 hingga Maret 2021 merupakan dampak terjadinya pandemi
Covid-19 yang melanda Indonesia.
Kendati demikian, periode Maret 2021 mulai menunjukkan penurunan
dibandingkan periode September 2020. Perkembangan tingkat kemiskinan Maret tahun 2009 sampai dengan
Maret 2021
Sementara itu, dalam keterangannya, Dr Syech Suhaimi, SE, M.Si. Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara bahwa  perkembangan tingkat kemiskinan Maret 2020 – Maret 2021
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2021 menunjukkan
bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.343,86 ribu jiwa atau sebesar 9,01
persen terhadap total penduduk Provinsi Sumatera Utara.
Jumlah penduduk miskin tersebut meningkat jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2020. Tercatat jumlah penduduk miskin sebanyak 1 283,29 ribu jiwa atau sebesar 8,75 persen pada Maret 2020, dimana terjadi pertambahan jumlah penduduk.
penduduk miskin sebanyak 60,57 ribu jiwa pada periode Maret 2020 – Maret 2021, dengan peningkatan
persentase penduduk miskin sebesar 0,26 poin.
Jika dibandingkan dengan keadaan semester lalu pada September 2020, dimana jumlah penduduk
miskin sebanyak 1.356,72 ribu jiwa dengan persentase 9,14 persen, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin
pada Maret 2021 sebanyak 12,86 ribu jiwa dan penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,13 poin.
Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020 – Maret 2021, jumlah penduduk
miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 0,43 ribu jiwa sedangkan di perdesaan turun sebanyak 12,43 ribu
jiwa. Persentase penduduk miskin di perkotaan turun dari 9,25 persen menjadi 9,15 persen, demikian pula di
perdesaaan, turun dari 9,02 persen menjadi 8,84 persen. (red)

 

Baca Juga:  Ramadhan Tahun Ini, Baznas Sumut Salurkan Zakat Senilai Rp4,5 Miliar
Terkait


Berita Terbaru