Home / MEDAN TODAY / 50 Lagi Papan Bilboard Bodong Belum Dibongkar, Termasuk Videotron

50 Lagi Papan Bilboard Bodong Belum Dibongkar, Termasuk Videotron


EDISIMEDAN.COM, EDISIMEDAN – Tim Terpadu Penertiban, Penindakan dan Pembongkaran Papan Reklame gencar membongkar papan reklame bermasalah di 13 titik ruas jalan bebas reklame di Kota Medan.

Setidaknya, hingga saat ini tim terpadu sudah membongkar 18 papan reklame bermasalah dari 68 papan reklame bodong. Berarti masih tersisa 50 papan reklame yang harus dibongkar.

Namun, hingga kini, tim Terpadu sama sekali belum menyentuh papan reklame jenis bando dan videotron. Kendati jelas-jelas sudah menyalahi aturan, Tim Terpadu tidak berani menyentuhnya dengan alasan takut rusak, mengingat harga bando dan videotron relatif mahal, bisa ratusan juta rupiah.

Papan reklame yang dibongkar masih sebatas jenis baliho dan billboard. Namun tidak semua pembongkaran dilakukan tim terpadu.

Beberapa pengusaha advertising membongkar sendiri papan reklame miliknya. Seperti Senin (25/4/2016) malam kemarin, pengusaha advertising membongkar dua papan reklamenya yang dirikan di Jalan Letjen Suprapto Medan.

Baca Juga:  Grand Winner Spa Dituding Beroperasi Tanpa Izin

Sebelumnya Jumat (22/4) malam dan Sabtu (23/4) dinihari, pengusaha advertising juga membongkar sendiri papan reklamenya di Jalan Pengadilan simpang Jalan Kapten Maulana Lubis jenis baliho milik ACC Advertising dan papan reklame jenis bando di Jalan Imam Bonjol simpang Jalan KH Ahmad Dahlan milik SD Adevertising.

Sehari sebelumnya, Kamis (21/4), pengusaha advertising juga telah membongkar dua papan reklame milik mereka yang didirikan di Jalan Imam Bonjol simpang Jalan Kartini milik Prima Kencana Advertising  jenis billboard dan  Jalan Suprapto simpang Jalan Samanhudi milik ACC Advertising jenis baliho.

Ketua Tim Terpadu Penertiban Reklame, Sampurno Pohan, mengungkapkan, tidak ada tebang pilih dalam pembongkaran ini. Semua jenis reklame yang berada di kawasan bebas reklame pasti dibongkar hingga tuntas, hanya menunggu giliran sesuai jadwal.

Tetapi memang, pihaknya masih memberikan tenggat waktu kepada pemilik reklame videotron dan bando untuk membongkar sendiri. Sebab, pembongkaran videotron dan bando tidak bisa sembarangan.

Baca Juga:  Dipecat Gegara Sholat Jumat, Security Bank Danamon Mengadu

“Bongkar videotron itu susah. Kalau rusak atau TV-nya hancur, kan pemiliknya marah. Harganya mahal itu. Makanya, kami beri kesempatan kepada pemiliknya untuk membongkar sendiri,” ucap Kadis Kadis Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan ini.

Sebab itu, dia mengapresiasi pengusaha advertising yang membongkar papan reklame yang berada di 13 titik ruas jalan bebas reklame untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Saya berharap pengusaha advertising membongkar sendiri papan reklamenya. Sebab, mereka pasti lebih berhati-hati agar konstruksi papan reklame yang dibongkar tidak rusak sehingga bisa dipergunakan kembali. Sebaliknya kalau tim terpadu melakukan pembongkaran, konstruksi papan reklame rentan rusak. Sudah itu seluruh material konstruksi papan reklame menjadi aset Pemko Medan dan akan dilelang kemudian,” kata Syampurno. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up