90 Persen Penderita Glaukoma Tidak Terdeteksi

40

 

PELAKSANA “World Glaucoma Week” 2019 dari Rumah Sakit Khusus Mata Medan Baru diabadikan bersama dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU di Medan.

EDISIMEDAN.COM,MEDAN –  Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas  Sumatera Utara (FK USU) dan Rumah Sakit  Khusus Mata Medan Baru menggelar “World Glaucoma Week” 2019  bertemakan “Healthy Lifestyle for Healthy Eyes” di Medan, Senin 25/3/2019.

Peran glaukoma sedunia atau World Glaucoma Week adalah peringatan kewaspadaan masyarakat dunia terhadap bahayanya penyakit glaukoma.Kegiatan ini berujuan untuk meningkatkan  kesadaran global terhadap penyakit glaukoma.

“Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan  90% penderita glaukoma tidak terdeteksi dan tidak mendapat pengobatan sehingga   mengakibatkan kebutaan.Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua di dunia dan di Indonesia khususnya,” ungkap Dr dr Masitha Dewi Sari,M Ked (Oph),Sp.M (K) di Medan, Sabtu (23/3/2019.

Di Indonesia sendiri katanya kebutaan oleh karena glaukoma sebesar 0,2% dari seluruh total angka kebutaan  (1,5%) di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi glaukoma sebesar  0,5% dari total penduduk.

Glaukoma merupakan penyakit mata yang ditandai dengan ganguan syaraf mata (optik neuropati),  kehilangan lapangan pandang dan peningkatan tekanan bola mata. Penyakit  glaukoma ini bersifat permanen dan dapat mengakibatkan kebutaan.

Dia menjelaskan  faktor resiko menderita glaukoma adalah mereka yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita glaukoma, berusia diatas 40 tahun, mempunyai riyawat penyakit Dibetes Mellitus (DM), riwayat memakai kacamata, katarak, dan belakangan ini kasus glaukoma dikaitkan dengan lifestyle (pola hidup) terutama bagi mereka yang berusia muda tanpa ada riwayat glaukoma pada  keluarganya.

“Gejala yang sering dijumpai pada penyakit glaukoma antara lain  sakit kepala, mual kadang disertai muntah, mata merah, silau, dan padangan seperti melihat pelangi (halo),” imbuh Dokter Spesialis Mata Konsultan Glaukoma ini.

Pada tahun ini Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU bekerjasama dengan Rumah Sakit Mata Khusus Medan Baru bertindak selaku penanggung jawab acara  sekaligus  konsultan glaukoma di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK USU dan RS Mata Medan Baru Dr dr  Masitha Dewi Sari, M.Ked (Oph), Sp. M (K) memperingati World Glaucoma Week (WGW).

Kegiatan ini dirangkaikan dengan  Ceramah Awam Glaukoma,  pembentukan komunitas glaukoma dan  family gathering. Dengan terbentuknya komunitas glaukoma ini  diharapkan mampu menyebarkan dan memberikan informasi kepada sesama penderita glaukoma dan  kerabat di Medan khususnya dan Sumatera Utara umumnya.

Selain itu  menyuguhkan cerita – cerita dan motivasi tentang penyakit glaukoma sekaligus  memotivasi penyandang glaukoma agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik  dan produktif.  Dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai tanda dan gejala serta faktor resiko penyakit glaukoma sehingga penyakit glaukoma dan kebutaan dapat  dicegah.

“Justru itu mari kita kenali lebih jauh glaukoma “si pencuri penglihatan” dengan mengetahui gejalanya sehingga kebutaan dapat dicegah,” ujar Masitha.(fur)

Apa Tanggapan Anda?