90 UKM Ramaikan Bazar UKM 2018

22

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Sebanyak 90 usaha kecil dan menengah (UKM) Kota Medan ikut memeriahkan Pesta Bazar UKM 2018 yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan di Atrium Ground Floor Manhattan Times Square, sejak Senin (17/9/2018).

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Kota Medan, Ir Hj Emilia Lubis mengatakan, sebanyak 90 UKM yang ikut serta itu terbagi dalam 45 stan lantaran keterbatasan tempat. “Ada 45 stan yang terdiri dari 2 UKM, ada UKM aksesories dan ada UKM Kuliner,” ujar Emilia usai mendampingi Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan istri Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin, memantau stan-stan yang ada di kegiatan tersebut.

Emilia juga mengatakan, pada event yang berlangsung hingga 23 September 2018 tersebut, berbagai usaha ekonomi kreatif ikut meramaikan. Di antaranya Galeri Maharani yang merupakan milik Ketua TP PKK Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin, handicraft, pakaian jadi, bordir, kulit, rotan, batu dan kuliner.

Tidak hanya sekadar memperkenalkan produk UKM, lewat event tersebut disebutkan Emilia, akan terjadi interaksi antara penjual dan pembeli. ” Sebelumnya  kita menganjurkan agar para pelaku UKM menyediakan kartu nama, agar konsumen dan para pelaku UKM dapat saling berinteraksi baik di pameran ini maupun diluar pameran. Apa lagi,  Sabtu dan Minggu pengunjung membludak sehingga lebih banyak terjadi interaksi penjual dan pembeli,” katanya lagi.

Kadis Koperasi dan UKM Kota Medan bertekad, selain meningkatkan kualitas pelaku UKM dengan pelatihan dan bantuan, event tersebut juga bisa mempromosikan aneka ragam produk milik pelaku industri rumah tangga (IRT) tersebut.

“Untuk binaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan saja ada sebanyak 825 pelaku UKM. Belum lagi perbankan dan OJK. Total ada 2500 lebih UKM di Kota Medan. Belum termasuk PK5 (pedagang kaki lima) juga bagian dari UKM karena skalanya kecil,” paparnya.

Sementara, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin usai membuka bazar ukm 2018 mengatakan, Kota Medan telah memiliki UKM Center yang dapat menampung banyak produk UKM sebagai bentuk dukungan Pemko Medan terhadap pelaku industri kreatif. Begitu juga dengan tiap kecamatan juga memiliki sentra UKM.

“UKM mendapatkan apresiasi karena mampu menjaga ketahanan ekonomi. UKM bisa dibanggakan karena tidak terpengaruh dengan krisis ekonomi tersebut,” ujarnya sebelum membuka resmi event tersebut.

Selain dapat mempromosikan produk UKM, Eldin juga berharap, permasalahan yang ada bisa terekspos dan didiskusikan untuk dicarikan jalan keluarnya,” ucapnya.

Seorang pelaku UKM memperlihatkan produk lukisan dari bubuk teh yang dipamerkan di bazar UKM 2018.

Salah seorang pelaku UKM, Marah Rusli yang memamerkan lukisan terbuat dari bubuk teh bekas mengaku, bazar yang rutin digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan sangat bermanfaat, setidaknya selain dapat mengenalkan produknya ke masyarakat. Dan kelanjutannya para pelaku usaha dapat juga mengikuti kompetisi produk produk handmade baik nasional dan internasional.

“Bazar ini sangat membantu kami, produk kami dapat terpromosikan ke masyarakat, yang selama ini tidak mengenal produk kami, kini insyaallah akan banyak yang mengenal dan penjualan juga akan terdongkrak,” jelas Marah Rusli.

Sementara itu, Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin beserta Istri, Maharani menyempatkan diri untuk mengunjungi para UKM di stand bazar. Hadir dalam kegiatan tersebut, kadis sosial, kadis ketenagakerjaan kota Medan.

 

 

Apa Tanggapan Anda?