OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Permudah Akses Pembiayaan bagi Peternak Sapi Perah

EDISIMEDAN.com, MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk meningkatkan akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah di Indonesia. Program ini diharapkan mampu mengatasi kendala akses permodalan yang selama ini dihadapi peternak akibat keterbatasan data usaha.

Peluncuran sistem tersebut dilakukan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT, kolaborasi antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, mengatakan program ini hadir untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi peternak dalam memperoleh pembiayaan formal.

Menurutnya, banyak peternak mengalami hambatan akibat keterbatasan data usaha yang valid, profil usaha yang belum jelas, kapasitas produksi yang tidak terdokumentasi dengan baik, hingga kondisi keuangan yang sulit diverifikasi oleh lembaga keuangan.

“Melalui sistem ERP, data produksi, keuangan, dan operasional koperasi dapat terdokumentasi secara sistematis dan real time sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kapasitas produksi, kualitas usaha, dan kondisi keuangan peternak,” ujar Adi.

Ia menjelaskan, sistem ERP akan terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK). Integrasi ini memungkinkan penyusunan profil kredit peternak secara lebih objektif dan akurat sehingga dapat meningkatkan peluang memperoleh akses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan formal.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menilai digitalisasi memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha sektor peternakan.

“Digitalisasi dapat memperluas akses pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, serta menciptakan peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder, menegaskan bahwa penguatan pelaku usaha lokal merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurut Olivier, akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik akan meningkatkan kapasitas peternak untuk berinvestasi, meningkatkan produktivitas, serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Program digitalisasi ekosistem peternakan sapi perah ini diharapkan dapat memperkuat rantai nilai usaha, meningkatkan kesejahteraan peternak, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital dan akses pembiayaan yang lebih inklusif. (Red)

You May Also Like

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *