Abaikan Protes PPP Sumut, Djarot-Sihar Sitorus Daftar ke KPU Pilgubsu 2018

296
DAFTAR. Djarot - Sihar Sitorus diantar ke kantor KPU Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, dengan menggunakan becak bermotor (betor) oleh ratusan massa pendukungnya, Rabu (10/1/2018). Tidak terlihat umbul-umbul atau sombol PPP, partai yang berkoalisi mengusung keduanya sebagai Cagub/Cawagub di Pilkada Sumatera Utara. [foto: topan bilardo]

EDISIMEDAN.com, MEDAN –  Pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus akhirnya tetap mendaftar ke KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Rabu (10/1/2018).  Pendaftarkan ini ditengah gelombang protes dari pengurus DPW PPP Sumut

Kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDI Perjuangan itu tiba di gedung KPU sekitar pukul 16.00 WIB, atau tertunda tiga jam dari jadwal sebelumnya pukul 13.00 WIB.

Di KPU, Djarot-Sihar sudah diterima lima komisioner KPU. Penundaan ini diduga karena tarik menarik antara elit partai DPW PPP Sumut dengan DPP PPP yang menolak pengusungan Sihar Sitorus sebagai Cawagub.

Ratusan massa PDIP ikut mengusung Djarot dan Sihar Sitorus ke KPU. Mereka mengarak kedua paslon itu dengan menaiki becak bermotor.

Di tengah lautan massa berwarna merah, tidak terlihat simbol atau bendera PPP saat prosesi pengantaran tersebut. Saat ini, kedua pasangan calon masih melakukan proses pendaftaran.

BACA JUGA

Sebelum ke KPU, Djarot Saiful Hidayat merayakan HUT PDIP ke-45 di Kantor DPD PDI Perjuangan, Sumatera Utara di Jalan Letjen Djamin Ginting, Medan.

Di sini, Djarot memberikan pengharapan, keikutsertaannya di Pilkada Gubernur Sumatera Utara dapat berlangsung dengan amaan, damai dan kondusif dengan prinsip-prinsip semua bersaudara.

Menurutnya, Pilkada dalam rangka mencari pemimpin daerah. Sehingga menurut Djarot, pilihlah sesuai dengan kompetensinya, pengalamannya, cocok yang bisa diharapkan memberikan harapan baru bagi Sumatera Utara.

“Beda pendapat, beda pilihan itu pasti ada, tetapi marilah kita bertoleransi untuk saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing individu dan kelompok,” ujarnya. [top|ded]

Apa Tanggapan Anda?