Home / NEWS / Ada Narkoba di Balik Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai

Ada Narkoba di Balik Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai


Polisi tetapkan 18 orang sebagai terangka dalam kasus kerusuhan berbau SARA di Tanjungbalai, Sumatera Utara, Jumat (29/7/2016) malam. Dari 18 tersangka, 10 diantaranya tersangka perusakan, sementara delapan lain sebagai tersangka penjarahan atau pencurian. Empat tersangka diantara positif konsumsi narkoba

EDISIMEDAN.COM, JAKARTA – Pihak kepolisian tengah mengembangkan motif lain dari kasus kerusuhan berbau SARA di Tanjungbalai, Sumatera Utara yang terjadi Jumat (29/7/2016) malam lalu. Pasalnya, empat dari 18 tersangka yang sudah ditahan dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

Penegasan ini disampaikan Kabag Penum Div Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Menurut Sitompul, dari hasil pemeriksaan tes urin terhadap 18 tersangka, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungbalai mendapati empat tersangka mengonsumsi narkoba.

“Ditemukan ada empat yang positif amphetamine dan ganja,” ujar Martinus di Mabes Polri.

Keempat tersangka yang terbukti positif mengonsumsi narkoba itu yakni, MRM, HK, MRR, dan MI. Namun Martinus tak menjelaskan secara rinci keterlibatan empat tersangka itu dalam kasus kerusuhan di Tanjungbalai.

Temuan ini membuat polisi mengembangkan kerusuhan ke kasus lain, yakni terkait penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Polisi juga mendalami apakah aksi anarkis itu dipicu para pelaku yang kerap mengonsumsi narkoba.

Baca Juga:  Edan! Camat dan Lurah Tanjungbalai Pesta Narkoba di Kantor Lurah

BACA JUGA
Provokasi Kerusuhan Tanjungbalai di Medsos, Pria Asal Jakarta Ditangkap
Gubsu Imbau Etnis Tionghoa Tidak Mengedepankan Ekslusifisme

“‎Kita masih mendalami keterlibatan yang empat ini dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” papar dia.

Diketahui, kerusuhan yang berujung perusakan dan pembakaran sejumlah rumah ibadah di Tanjungbalai itu diduga dipicu ketersinggungan seorang warga berinisial Meliana (46) yang keberatan dengan suara adzan yang dikumandangkan dari masjid sekitar rumahnya. Kasus itu kemudian menyebar luas melalui media sosial.

BACA JUGA
Meliana Dilaporkan ke Polisi Atas Kasus Penistaan Agama

Akibatnya, sejumlah warga merusak dan membakar sedikitnya sembilan tempat ibadah dan beberapa mobil di dalamnya. ‎Tak hanya itu, warga juga melakukan penjarahan. Dari 18 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, 10 diantaranya tersangka perusakan, sementara delapan lain sebagai tersangka penjarahan atau pencurian. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up