Home / NEWS / Ada yang Sengaja Menciptakan Kerusuhan di Tanjungbalai

Ada yang Sengaja Menciptakan Kerusuhan di Tanjungbalai


Situasi salah satu rumah ibadah di Tanjungbalai yang rusak akibat kerusuhan yang terjadi Jumat-Sabtu (30/7/2016).

EDISIMEDAN.COM, JAKARTA – Bareskrim Polri mencium ada yang sengaja menciptakan kerusuhan di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara belum lama ini. Dugaan itu semakin menguat dari sejumlah tersangka yang diamankan pasca kerusuhan berbau SARA itu. 

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim, Brigadir Jenderal Agus Andrianto seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (4/8/2016), menyatakan, saat ini pihaknya terus mengembangkan penyelidikan atas kerusuhan di Kota Kerang Tanjungbalai tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, Bareskrim Polri melihat adanya gelagat bandar narkoba yang sengaja menciptakan kerusuhan berbau SARA di kota Tanjungbalai. Kaki tangan gembong narkoba tersebut merasa terganggu dengan upaya pemberantasan narkoba aparat di sana.
Apalagi dalam pengembangan kasus ini, dari 18 tersangka kerusuhan Tanjungbalai yang diamankan, empat diantaranya positif mengkonsumsi narkoba.

BACA JUGA
Kepolisian Tanjungbalai Tangkap Pengedar Sabu Rp 1,5 Miliar
Mafia Penyelundup Pakaian Bekas Serang Kapal Patroli Bea Cukai Tanjungbalai

Baca Juga:  Inilah Modus Pungli Pejabat di UPT Samsat

“Ada selah satu bentuk perlawanan yang memanfaatkan momen,” kata mantan Direktur Prekusor Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

Selain itu, angka pengungkapan narkotika di Tanjungbalai terhitung cukup besar. Sepanjang tahun saja ada 289 kasus narkoba yang diungkap. Jumlah ini kumulatif dari kasus peredaran dan penyalahgunaan. Dan, tujuh orang sudah divonis hukuman mati.

“Kemungkinan ada bandar yang terusik. Lalu memanfaatkan momen dengan kejadian ini,” ungkap Agus.

Selain proses pidana perusakan dan penjarahan, polisi juga masih mendalami dugaan narkotika dari empat tersangka tersebut.

Diketahui, Jumat (29/7/2016) lalu, situasi kota Tanjungbalai sempat mencekam. Sejumlah rumah ibadah agama etnis Tionghoa seperti Vihara, Kelenteng dan Yayasan Sosial dirusak dan dibakar massa. Pemicunya karena seorang warga yang protes dengan volume suara adzan di Masjid Al Maksum , Jalan Karya, tak jauh dari kediaman warga bernama Meliana (46).

Baca Juga:  Menkes RI Hadiri HUT Ke-90 RSUD Dr Pirngadi

Saat ini, kondisi Tanjungbalai sendiri sudah kembali pulih. Warga sudah beraktifitas seperti biasa. Bangunan yang menjadi sasaran amuk warga sudah mulai dibersihkan bersama-sama antara warga dengan aparat TNI-POlri. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up