Agus Marwan Jadi Dirut PT Dhirga Surya Gantikan Cahyo Pramono

75
DIRUT. Direktur Utama PT Dhirga Surya, Agus Marwan sebuah BUMD milik pemerintah provinsi Sumut yang bergerak dibidang Perhotelan, Travel dan Pariwisata. Ia ditetapkan bersama jajaran direktur lainnya dan satu komisaris pengganti pada Rabu (6/6/2018). [edisiMedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Agus Marwan, saat ini resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Dhirga Surya, sebuah BUMD milik pemerintah provinsi Sumut yang bergerak dibidang Perhotelan, Travel dan Pariwisata. Ia ditetapkan bersama jajaran direktur lainnya dan satu komisaris pengganti pada Rabu (6/6/2018).

Jabatannya menggantikan Dirut PT Dhirga Surya Sumut lama Cahyo Pramono yang telah demisioner sejak akhir Mei 2018.

Penetapan jajaran direksi dan satu komisaris dilakukan melalui RUPS luar biasa yang dipimpin langsung Gubernur Tengku Erry didampingi plt Sekda Ibnu Hutomo dan Kabiro Ekonomi dan Pembangunan Ernita Bangun.

Saat pertemuan dengan jajaran direksi baru, Tengku Erry Nuradi mengungkapkan, PT Dhirga Surya praktis tidak memiliki hotel yang akan dikelola. Sebab, selama ini aset-aset hotel banyak lepas dari tangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Untuk itu Erry berpesan agar Direksi PT Dhirga Surya yang baru ditetapkan dapat membuat perusahaan ini bangkit dan berkembang sehingga dapat berkontribusi pada PAD yang signifikan.

Erry menambahkan, perihal asset-asset yang ada hendaknya diidentifikasi dan dianalisis potensinya. Sehingga, asset-asset ini dapat menjadi modal utama untuk pengembangan perusahaan. Untuk itu harus mulai direncanakan langkah-langkah strategis pengembangan industri perhotelan pendukung pariwisata Sumut.

Selain bidang perhotelan, perlu juga pengembangan usaha lain seperti biro perjalanan (travel), pariwisata, dan Meeting Industries.

Erry yakin, dengan pengalaman Agus Marwan puluhan tahun bekerja di proyek USAID akan dapat memajukan perusahaan ini.

Dalam RUPS ini, selain menetapkan Agus Marwan sebagai Dirut, juga menetapkan Tumpal Panggabean sebagai Direktur Operasional, Dicky Zulkarnaen Direktur Keuangan, dan Sahat Simatupang sebagai komisaris pengganti komisaris sebelumnya yang meninggal dunia.

Dalam kesempatan yang sama, Agus Marwan menyatakan sekalipun tidak mudah mengembangkan perusahaan ini, namun ia optimis perusahaan ini akan eksis dan berkembang. Mengingat bisnis perhotelan, travel dan pariwisata adalah bisnis yang saaat ini sangat potensial di Sumut.

“Kata kuncinya adalah perusahaan ini harus dikelola secara professional, kreatif dan inovatif, serta membangun jejaring bisnis seluas-luasnya,” tukas Agus. [ded]

Apa Tanggapan Anda?