Home / NEWS / AH Nasution: “Kita Semua Difitnah, dan Saudara-saudara Dibunuh”

AH Nasution: “Kita Semua Difitnah, dan Saudara-saudara Dibunuh”


Jenderal Abdul Haris Nasution

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Jenderal Abdul Haris Nasution, satu-satunya jenderal yang berhasil meloloskan diri dari penculikan yang kemudian dikenal dengan Gerakan 30 September (G30S/PKI) atau Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh).

AH Nasution lolos dari penculikan setelah ajudannya, Letnan Pierre Tendean mengaku sebagai Jenderal Nasution, kepada para penculik yang datang ke rumah dinasnya. Selain itu, putrinya berusia 5 tahun, Ade Irma Suryani Nasution, turut menjadi korban. Tubuhnya ditembus peluru panas yang ditembakkan para penculik.

Seperti diketahui, dalam tragedi G30S/PKI, enam perwira tinggi TNI AD dan satu perwira menengah diculik, dibunuh lalu mayatnya dipendam dalam sumur tua Lubang Buaya. Beberapa hari kemudian, mayat para jenderal tersebut berhasil ditemukan.

BACA JUGA
Putra Aidit Terbahak-bahak Nonton Film G30S/PKI

Pada saat pemakaman yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, 5 Oktober 1965, Jenderal Abdul Haris Nasution hadir dan memberikan pidato singkat.

Baca Juga:  Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Longsor di Sibolga

Dengan suara berat dan bergetar, Jenderal AH Nasution memulai pidatonya dengan terbata-bata dan sesekali menitikkan air mata.

Berikut salinan lengkap pidato Jenderal AH Nasution, saat melepas jenazah korban G30S/PKI

Saudara, prajurit sekalian, kawan-kawan sekalian, terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan.

Bismillahhirahirahmanirrahim

Hari ini, hari angkatan bersenajta kita, yang selalu gemilang, tapi yang kali ini, hari yang dihinakan, oleh fitnahan, dihinakan oleh pengkhianatan, dihinakan oleh penganiayaan.

Tetapi, hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit, tetap rayakan, dalam hati sanubari kita, dengan tekad kita.

Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, bahwa kita, akan tetap menegakkan kejujuran, kebenaran, keadilan.

Jenderal Suprapto
Jenderal Hartono, Haryono
Jenderal Parman
Jenderal Panjaitan
Jenderal Sutoyo
Letnan Tandean,

kamu semua mendahuli kami.

Kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci.

Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu daripada kami yang di sini. Daripada saya. sejak 20 tahun, kita selalu bersama-sama, membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita. Saya tahu, kamu manusia, tentu ada kekurangan, ada kesalahan. kita semua demikian.

Tapi saya tahu, kamu semua telah 20 tahun penuh, memberikan semua darma baktimu,
semua yang ada padamu, untuk cita-cita yang tinggi itu.

Dan karena itu, kamu biarpun hendak dicemarkan, hendak difitnah, bahwa kamu berkhianat, justru di sini kami semua saksi yang hidup, kamu adalah telah berjuang, sesuai dengan kewajiban kita semua. Menegakkan keadilan, kebenaran, kemerdekaan.

Tidak ada yang ragu-ragu, kami semua sedia juga, mengikuti jalan kamu, jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan.

Rekan-rekan, adik-adik saya sekalian, saya sekarang sebagai yang tertua, dalam TNI yang tinggal, bersama yang lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu, membela kohormatan kamu.

Menghadaplah sebagai pahlawan. Pahlawan dalam hati kami seluruh TNI, sebagai pahlawan menghadaplah, kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, Allah SWT. Karena akhirnya, ialah Panglima kita paling tertinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita semua.

Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang, Dan yang tidak benar akan tetap hancur.

Fitnah, fitnah berkali-kali, fitnah lebih jahat dari pemnunuhan. Fitnah lebih jahat dari pembunuhan. Kita semua difitnah, dan saudara-saudara telah dibunuh, kita diperlakukan demikian.

tapi, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, Iman kepadaNya, meneguhkan kita, karena Dia perintahkan kita semua berkewajiban untuk menegakkan keadilan dan kebenaran

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up