Home / MEDAN TODAY / AJI Medan Desak Polisi Tuntaskan Penganiayaan Wartawan Andalas

AJI Medan Desak Polisi Tuntaskan Penganiayaan Wartawan Andalas


MEDAN| Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, mendesak Kapolresta Medan untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dialami jurnalis Harian Andalas, Thamrin Samosir, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan, Agoez Perdana menilai, penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum Sabhara Polresta Medan itu telah melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 UU Pers No 40 Tahun 1999.

“Apalagi saat itu korban sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk liputan,” kata Agoez.

Agoez bilang, sesuai UU Pers, para pelaku penganiayaan dapat diancam dengan hukuman penjara 2 tahun atau denda Rp 500 juta. Selain itu, para pelaku juga dapat dijerat dengan pasal berlapis meliputi pasal 351 KUHPidana tentang Tindak Pidana Penganiayaan.

“AJI Medan meminta semua pihak untuk menghormati tugas-tugas jurnalistik, dimana profesi jurnalis dalam bertugas dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

Diketahui, Thamrin Samosir mengalami korban penganiayaan dari sejumlah oknum Sabhara Polresta Medan saat sedang melakukan peliputan di areal Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Minggu (5/4/2015) malam.

Thamrin dianiaya sejumlah personil Sabhara Polresta Medan didepan pos satpam PRSU. Saat itu, korban melihat dua orang anggota Sabhara Polresta Medan tengah mengamankan seorang pemuda yang belum diketahui penyebabnya. Melihat hal itu, naluri jurnalistik untuk mencari tahu peristiwa yang terjadi.

Korban lalu mengikuti kedua anggota Sabhara Polresta Medan tersebut ke Pos Satpam. Disitu, pemuda tersebut lalu dikumpulkan bersama tiga pemuda lainnya yang telah diamankan lebih dulu. Mereka didata dan ada beberapa anggota Sabhara yang memukuli mereka.

Kejadian ini menyedot perhatian puluhan pengunjung yang ingin mengetahui apa yang terjadi.  Saat itulah  Thamrin mencoba mengkonfirmasi soal peristiwa yang terjadi, sembari menunjukkan identitasnya, seorang personil Sabhara Polresta Medan malah menarik baju korban dan memukulnya.

Melihat seorang petugas memukuli korban, belasan anggota Sabhara Polresta Medan bukannya menengahi malah ikut memukulinya. Seorang diantara anggota Sabhara Polresta Medan tersebut juga ada yang melempar aqua gelas berisi air ke kepala korban.

Atas tindakan penganiayaan tersebut, korban kemudian membuat pengaduan resmi ke Mapolresta Medan, dengan nomor LP/807/IV/SPKT/2015/Resta Medan. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up