Album Suara Perjuangan Gelorakan Semangat Perjuangan

15

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Dalam memeriahkan dan mengenang jasa-jasa pahlawan di Hari Pahlawan, 10 November 2018 di Kota Medan Diwarnai dengan Louncing Album Suara Perjuangan.

Ada 8 lagu perjuangan atau kebangsaan terangkum dalam album milik Sutrisno Pangaribuan yang merupakan penyanyi dan calon legislatif itu, yakni Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki, Ibu Pertiwi ciptaan Ismail Marzuki, Butet ciptaan S.Dls, Indonesia Pusaka ciptaan Ismail Marzuki, Syukur ciptaan Husein Mutahar, Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki, Hymne Guru ciptaan Hartono, Satu Nusa Satu Bangsa ciptaan Lyberti Manik.

Kesemua lagu tersebut di aransemen baru oleh Sutrisno baik musik maupun suara penyanyinya yang dinyanyikannya sendiri. Dan ditambah dengan video klip yang menggunakan lokasi shooting di Kota Medan salah satunya di Makam Pahlawan Medan.

Pemilik album perjuangan, Sutrisno mengatakan untuk pemilihan judul lagu dilakukan oleh istrinya, Endang Marlina Panjaitan yang disesuaikan dengan karakter suaranya.

“Judul lagu semuanya dipilih oleh istri saya, tapi tentunya selain disesuaikan dengan karakter suara saya, pemilihan lagu tersebut juga memiliki nilai yang tinggi, Semua lagu kita nyanyikan tujuannya untuk mengobarkan semangat kebangsaan dan menggelorakan kembali bagiamana bangsa ini diperjuangkan”, jelasnya kepada awak media disela-sela Louncing Album Perjuangan yang digelar, Sabtu (10/11/2018) di Hotel Internasional Danau Toba Medan.

Sutrisno juga mengakui, pihaknya menyiapkan 5000 keping yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang tidak ditentukan kalangannya. Album ini dari awal dibuat memang tidak untuk dijual. Karena tujuannya hanyalah menggelorakan semangat perjuangan di semua generasi di tanah air khususnya di Sumatera Utara.

Dikesempatan itu, ia juga memaparkan bahwa alasannya menerbitkan album lagu lagu perjuangan ini Karena susahnya mencari lagu-lagu perjuangan di toko kaset bahkan di YouTube juga sangat sedikit ditemukan. Berharap dengan hadirnya album ini nantinya masyarakat yang memiliki jiwa seni juga mengikuti terutama anak- anak muda dengan melakukan aransemen baru sesuai zamannya. Yang terpenting adalah spiritnya.

“Saat ini sulit menemukan lagu perjuangan di toko kaset, jadi saya yang dipelopori istri saya terinspirasi membuat album ini dan spirit utamanya adalah ingin menggelorakan semangat perjuangan”, katanya.

“Kita pilih melouncing pada 10 November 2018 tepat hari pahlawan, karena untuk mengingatkan kita kembali peristiwa penting di Surabaya yang kemudian kita jadikan sebagai momentum hari pahlawan”, sambungnya.

Istri Sutrisno yang memiliki andil besar dalam menerbitkan album suara perjuangan, Endang Marlina Panjaitan mengaku album ini dikemas secara apik menggunakan konsep masa kini agar mudah diterima oleh berbagai kalangan baik kelompok milenial dan generasi sebelumnya.

“Sejarah membuat album ini atas dasar bincang-bincang dengan suami saya (Sutrisno) pada saat itu ia menyampaikan kerinduannya untuk dapat menyayikan lagu lagu perjuangan. Dengan menyanyikan lagu lagu ini harapan kami dapat mengobarkan kembali semangat kebangsaan dan menggelorakan persatuan dan kesatuan bangsa”, tegasnya.

Semetara itu, malam Louncing Album itu juga disertai penggalangan dana untuk membantu masyarakat korban bencana alam di Mandailing Natal (Madina), terkumpul Rp 20 juta. Nantinya, hasil penggalangan dana itu akan disalurkan meskipun berapapun jumlahnya. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?