Home / BISNIS / Alokasikan Sepertiga Uang THR untuk Investasi

Alokasikan Sepertiga Uang THR untuk Investasi


EDISIMEDAN.com, Jakarta – Hari Raya Idul Fitri tiba sebentar lagi. Banyak orang yang sibuk mempersiapkan baju lebaran, kue-kue, dan belanja berbagai pernak-pernik sampai perabot baru pengisi rumah. Ada nggak ya, yang berpikir untuk mengalokasikan uang Tunjangan Hari Raya (THR) untuk berinvestasi?
Para pekerja kantoran saat ini tentu sedang punya uang lebih dalam bentuk THR dari perusahaan masing-masing. Begitupun para entrepreneur sedang banyak keuntungan, misalnya penjual kue lebaran, baju, kain dan lain-lain yang berlimpah pesanan di masa ini.
Bagaimana kalau keuntungan usaha dan THR itu dialokasikan sepertiganya untuk dana investasi. Dengan mengalokasikan dana investasi dari THR, 30% saja, otomatis tidak mengganggu biaya kebutuhan rutin. Dan sisanya 70% masih bisa digunakan untuk memenuhi keinginan dan berbagi selama Lebaran.
Akan lebih ringan menyisihkan uang THR untuk investasi dibanding menggunakan pemasukan tiap bulan. Nah, kalau rutin dilakukan setiap tahun, lama-lama nilai investasi akan menggunung dalam jangka panjang.
Sebenarnya apa kegunaan berinvestasi? Investasi dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan di masa depan., karena nilai uang di masa depan bisa menurun akibat inflasi (kenaikan harga barang dan jasa).
Jika hanya menabung, bisa jadi nilai uang yang disimpan sulit untuk mencukupi kebutuhan di masa nanti, misalnya 10 atau 20 tahun lagi.
Contoh, saat ini harga satu unit kendaraan sejenis MPV sekitar Rp200 juta. Misalnya, kita mau membeli mobil MPV sepuluh tahun lagi. Berarti setiap tahun dari sekarang kita akan menabung Rp20 juta. Coba kita bayangkan, 10 tahun kemudian, ketika uang kita sudah terkumpul Rp200 juta, apakah harga mobil MPV masih sama? Mungkin saja saat itu harga MPV sudah melonjak menjadi Rp300 juta. Artinya, nilai uang yang kita miliki akan tergerus inflasi. Kerja keras menyimpan uang di tabungan menjadi tidak berarti.
Salah satu cara untuk membuat nilai uang kita tetap sama dengan nilai uang di masa depan adalah dengan berinvestasi. Sementara, menabung tujuannya untuk mempersiapkan dana likuid dalam jangka pendek.  Uang di tabungan semestinya betul-betul hanya untuk penyimpanan uang kebutuhan sehari-hari sampai dengan setahun saja.
Berapa besar angka inflasi tahunan? Tergantung dari jenis barang atau jasa. Bisa berbeda-beda. Inflasi umum pada bulan April 2021 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 1,42% (yoy). Angka ini fluktuatif setiap tahun. Sebelum pandemi, angka inflasi jauh lebih tinggi karena daya beli masyarakat yang lebih tinggi pula. Bahkan, inflasi untuk kelompok barang yang pergerakan harganya cukup bergejolak (volatile goods), seperti bahan makanan tertentu, kenaikannya melampaui inflasi umum, yaitu sebesar     2,73% (yoy).
Sekarang pertanyaannya, kemana sebaiknya kita mengalokasikan dana investasi agar mendapatkan hasil sama atau melebihi kenaikan harga atau inflasi tersebut? Pada masa lalu, orang tua atau kakek-nenek kita biasa mengatasi inflasi dengan membeli emas atau tanah.
Ketika ada kebutuhan di masa depan, mereka menjual emas dan aset tanah. Namun, berinvestasi dalam bentuk barang atau tanah tentu tidak mudah. Apalagi jika ada kebutuhan yang sifatnya mendadak atau segera.(red)
Baca Juga:  Kapal Listrik Turki Baru Beroperasi Awal Juni 2017
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up