Anak-anak Penderita Kanker Di RSUP Adam Malik Medan Bergembira Pada PEN 4 Pertamina

26

 

MEDAN- Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Bahkan Kanker bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Anak-anak pun tidak luput menjadi korban dari keganasan penyakit ini. sungguh Tidak siapapun yang menginginkan mengidapnya, begitu juga yang dirasakan oleh anak-anak yang terlanjur  menderita kanker di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Karena itu, setiap moment dalam hidup mereka menjadi sangat penting bahkan mereka selalu mensyukuri bisa kuat untuk berjuang melewati hari-hari. Seperti yang terlihat pada acara Voluntary Days Pertamina Energi Negeri (PEN) 2019 yang digelar Pertamina MOR I di selasar ruang Rindu B  RSUP H. Adam Malik Medan pada Selasa, (12/11/2019) . Keceriaan, tawa lepas dan kegembiraan tergambar diwajah mereka.

Dengan kegiatan yang merupakan rangkaian ulang tahun Pertamina itu, kurang lebih  35 anak-anak penderita kanker diajak menggambar dan mewarnai, bernyanyi, bahkan juga diajak menuliskan impian dan cita-cita yang tidak pernah sirna.

Salah seorang anak penderita kanker gembira menggambar dan mewarnai

 “Hari ini seluruh Indonesia melakukan hal yang sama. Untuk wilayah MOR I selain Medan kegiatan ini juga dilakukan di Pekanbaru  dan Nias barat. Sebetulnya tidak ada alasan khusus namun kita memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang sedang mengalami cobaan penyakit yang mereka derita masing masing,” ungkap General Manager Pertamina MOR I, Agustinus Sentanu.

Dikatakannya ada sekitar 35 anak dari yayasan onkologi Medan  yang bekerjasama dengan RSUP H. MAdam Malik yang hadir pada kegiatan Voluntary Days PEN 2019  itu. 

 Pihaknya juga menyatakan Yayasan Onkologi Medan yang diketahuinya juga memiliki pelayanan rumah singgah gratis bagi penderita kanker ini juga menurutnya perlu mendapat dukungan.

“Saya pikir dengan kita lakukan kegiatan ini, membuat mereka lebih gembira dan kalau mereka lebih gembira maka harapan kami akan menimbulkan kesembuhan tersendiri bagi mereka, meskipun ini secuil kegembiraan tetapi kita berharap ini bisa membuat kekuatan buat mereka untuk sembuh, dan harapan akhir kita adalah mereka bisa sembuh total,” ungkap Agustinus Sentanu didampingi Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo.
Anak penderita kanker memegang erat balon berwarna-warni
 
Balon berwarna-warni serta hadiah-hadiah kecil membuat senyum anak-anak penderita kanker itu melukiskan kegembiraan tiada tara.
Bobi, salah seorang penderita kanker yang berjuang selama 14 tahun untuk tetap bertahan. Pada PEN 4 Pertamina, Bobi bernyanyi dan bergembira.
Salah seorang orang tua yang ikut serta mendampingi  anak mereka,  Rinda Lumban Raja yang dikenal dengan Mak Bobi mengaku sangat senang dan bersyukur atas kepedulian pertamina terhadap anak-anak penderita kanker termasuk anaknya bernama Bobi. 
 
“Senang sekali Pertamina peduli dengan anak-anak kami, semoga rezekinya semakin berlimpah sehingga kami terus mendapat bantuan. Pengobatan penyakit ini cukup lama,” ungkap Mak Bobi dengan mata berkaca-kaca.
Rinda lumban raja (41) yang merupakan warga Siantari ini mengatakan Bobi mengalami  Leukimia atau kanker darah sejak usianya 3 tahun, sampai kemarin 13 tahun sudah anaknya berjuang melawan penyakit mematikan itu. Pengobatan panjang terus dijalani Bobi mulai harus bolak-balik Medan-Siantar, bahkan harus menginap di rumah singgah, juga sempat harus menyewa rumah kos untuk menghemat biaya transportasi.
 
Anak ke-3 nya ini kini sedang menjalani berobat jalan, diakuinya anaknya adalah anak yang kuat, 13 tahun bertahan sedangkan teman-teman senasibnya sudah meninggal dunia. 
 
“Anak saya ini kuat, semangat untuk hidup. Teman-teman senasibnya baru dalam rawatan sudah pergi, disitulah saya juga menjadi kuat untuk terus berjuang mencari rezeki untuk memastikan biaya perobatan Bobi terpenuhi setiap bulannya,” katanya yang mengaku rela menjadi buruh cuci.
 
Ia berharap anaknya terus kuat dalam perjuangannya melawan penyakit yang bersarang ditubuhnya sejak ia kecil hingga sekarang telah berusia belasan tahun.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo berkomunikasi dengan salah salah seorang anak penderita kanker yang tengah menjalani d perawatan intensif. Robi memberikan motivasi agar terus semangat berjuang melawan penyakit.
Sementara itu, Officer CSR & SMEPP Pertamina MOR I Risky Diba Avrita dalam kesempatan itu mengatakan anak-anak yang ikut serta dalam kegiatan Voluntary Days itu adalah didominasi penderita kanker darah.
“Anak-anak ini merupakan anak penderita kanker yang dirawat di rumah sakit adam Malik, ada juga yang sudah sembuh namun kita ajak untuk mengikuti kegiatan ini untuk bergembira bersama,” ujar wanita Berkulit putih yang akrab dengan sapaan Diba.
Dipaparkannya,  Adapun kegiatan pada acara itu diantaranya, stori telling tentang inspirasi, tentang berjuang. Kemudian ada juga kegiatan menggambar,  dan  menulis impian di balon berwarna-warni.
“Pada kegiatan menulis impian dibalon ini, ada yang menuliskan ingin sembuh, ada menuliskan cita-citanya ingin menjadi dokter juga guru,” ungkapnya.
Kemudian dipenghujung kegiatan, balon-balon yang sudah dituliskan impian dan harapan anak anak penderita kanker itu dilepaskan ke langit, itu merupakan simbol bahwa harapan para anak anak tersebut bisa didengar oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Kegiatan sosial ini juga merupakan menuju ultah Pertamina ke- 60 tahun, rangkaian kegiatannya adalah voluntary day Pertamina energi yang keempat jadi setiap tahun kita mengadakan voluntary ini,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Anita, ketua Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) menyambut baik kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada Pertamina yang bersedia meluangkan waktu untuk bermain dan bercengkerama bersama anak-anak kami. Menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk mereka dapat bertemu dengan kakak-kakak hebat dari Pertamina,” ujar Anita.
Sementara itu, tahun ini PEN 4 MOR I melibatkan 40 orang pekerja relawan. Pada kesempatan itu diberikan juga bantuan CSR berupa rehabilitasi dan perbaikan sarana pendidikan dengan nilai total Rp.45.000.000,- serta buku dengan total 690 untuk tiga lokasi.(Mahbubah Lubis)

Apa Tanggapan Anda?