Anak Di Sumut 70 Persen Alami Kekerasan Seksual

    13

    EDISIMEDAN.com,MEDAN- Saat ini kontrol untuk anak- anak di Sumatera Utara makin berkurang, penyebabkan anak -anak menjadi lepas kontrol dalam pergaulan di sekolah maupun dilingkungan tempat tinggalnya. Sehingga dari kasus anak yang masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Sumut, ada 70 persen anak tercatat menjadi korban kekerasan seksual.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Sumut, Nurlela mengatakan dari 70 persen anak yang terkena kekerasan seksual yaitu pada usia 10 hingga 19 tahun.

    “Ada 4 masalah anak di Sumut yaitu kekerasan pada mental, kekerasan pada jasmani, kekerasan di sekolah dan kekerasan pada seksual, dan yang paling nomor satu adalah kekerasan pada seksual,” katanya pada acara seminar anti pornografi di Medan, Kamis (22/11/2018).

    Dikatakannya, salah satu kekerasan seksual pada anak salah satunya karena ekonomi dan kedua karena gadget. Untuk itu diharapkannya para guru dan orangtua harus mengawasi dan membatasi anak menggunakan gadget.

    “Saya sangat merasakan sebagai ibu dan seorang nenek bahwa saat ini prilaku anak harus segera di awasi agar mereka terhindar dari beberapa kekerasan termasuk seksual,” ujarnya.

    Dikatakannya, Sumut sudah minus satu tentang narkoba maka jangan terjadi lagi karena kekerasan seksual pada anak. Kasus ini harus segera di tindaklanjuti dan harus bersinergi kepada beberapa pihak, pemerintah, orangtua maupun guru.

    “Sebagai orangtua, guru dan pemerintah harus saling bahu membahu untuk menjadikan anak anak masa depan mempunyai akhlak yang baik untuk menjadikan sang anak generasi bangsa,”katanya.

    Koneksi internet adalah salah satu prilaku anak jadi berubah, sehingga diharapkan para orangtua dan guru harus membatasi anak menggunakan gadget. Karena banyak konten konten pornografi ada didalam gadget tersebut.

    “Kita harus bisa membatasi anak dalam menggunakan gadget, agar terlepas dari candu gadget, dari gadget anak bisa memgetahui tentang pornografi, untuk itu mari kita bersinergi agar anak bisa fokus belajar untuk masa depannya,” pungkasnya.

    Sementara itu, seminar anti pornografi inindiikuti ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di Medan. Diharapkan para pelajar nantinya dapat menyampaikan dan menularkan arti pentingnya membatasi diri dalam menggunakan gadget/ internet.(mahbubah Lubis)

     

    Apa Tanggapan Anda?