Anaknya Dicabuli, Keluarga Ini Malah Diteror Keluarga Pelaku

120
Tragis benar peristiwa yang menimpa Mawar (bukan nama sebenarnya) bocah berusia 6 tahun warga Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) ini. Dia menjadi korban pencabulan tetangganya sendiri saat tengah bermain masak-masakan di tepi sawah.

EDISIMEDAN.com, PALUTA – Keluarga Mawar (bukan nama sebenarnya), bocah yang dicabuli oleh tetangganya saat bermain d tepi sawah mengaku mendapat teror dari keluarga pelaku usai melaporkan kasus ini ke polisi. Pihak keluarga mengaku mendapat intimidasi dari keluarga pelaku.

Hal ini disampaikan Tiaden Siregar selaku orang tua angkat korban. Dia menyebutkan usai pihaknya melaporkan kejadian tersebut istri PH berinisial RH dan anak PH datang mendatangi dirinya. Dengan nada marah, isteri PH mengancam kalau mereka akan melaporkan keluarga korban ke polisi atas kasus fitnah.

“Dibilang orang itu kalau kami sudah memfitnah mereka. Makanya kami mau dilaporkan orang itu kami ke polisi,” ujar Tiaden.

Kendati demikian, Tiaden merasa tidak takut atas ancaman tersebut. Pasalnya, mereka yakin kalau korban merupakan korban pencabulan oleh tersangka.

“Mana mungkin anak kecil bohong. Disamping itu juga, kalau buang air kecil selalu dilihatnya kemaluannya. Dibilangnya sama kami kalau kemaluannya sakit,” tegas Tiaden.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padangsidimpuan, Friska Harahap mengatakan, pihaknya akan terus memantau kasus ini sampai tuntas. Pasalnya, dari pengakuan korban dan para saksi sudah menguatkan kejadian tersebut.

“Kita akan terus pantau kasus ini sampai tuntas. Lantaran dari pengakuan dan para saksi, sudah kuat menjerat tersangka,” tungkasnya.

Untuk itu, LPA meminta pihak kepolisian untuk serius menangani kasus pencabulan ini. Sebab, saat ini aksi pencabulan sudah kian marak di Indonesia.

“Jika polisi tidak serius, maka nanti anak-anak kita yang merupakan generasi bangsa akan menjadi korban berikutnya. Untuk itu, LPA meminta pihak kepolisian untuk serius dalam menangani kasus ini,” tandasnya.

Berita Terkait

Sekedar mengingatkan, aksi pencabulan yang menimpah Mawar terjadi, Minggu (7/1) siang. Kala itu, Mawar dan teman-temannya tengah bermain masak-masakan di salah satu gubuk di tepi sawah dekat kediamannya.

Tak lama berselang, PH mendatangi anak-anak tersebut sembari membawa rambutan. Saat itulah, PH pun kemudian membagi rambutan tersebut kepada teman-teman Mawar sembari menyuruh teman-teman Melati pergi meningalkan dirinya dan Melati di gubuk tersebut.

Usai mereka pergi, PH pun kemudian menggeranyangi tubuh bocah ingusan tersebut. Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, PH pun menyuruh korban kembali bermain dengan teman-temannya.

Dengan polosnya, korban pun menceritakan aksi pencabulan yang menimpanya tersebut kepada teman-temannya. Alhasil, kabar tersebut pun akhirnya tersebar ke seluruh warga.

Tak terima atas kejadian yang menimpa anaknya tersebut, Tiaden pun melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian. Sialnya seakan tahu keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi, PH melarikan diri. [ska]

Apa Tanggapan Anda?