Home / BISNIS / Apkasindo Nilai Pemerintah Belum Berpihak pada Petani Kelapa Sawit

Apkasindo Nilai Pemerintah Belum Berpihak pada Petani Kelapa Sawit


Pengurus APKASINDO usai memberi keterangan pada Wartawan, Sabtu (26/11/2017)

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai, banyak regulasi yang dibuat pemerintah untuk kelapa sawit, UU, Perpres, Permen dan SE namun belum menyentuh substansi untuk pengembangan kelapa sawit nasional terutama kelapa sawit rakyat.

“Hampir dapat dikatakan bahwa pemerintah belum memihak untuk petani kelapa sawit rakyat,” ujar Ketua Umum Apkasindo Pusat, Anizar Simanjuntak didampingi Sekretaris Jenderal Asmar Arsyad kepada wartawan, Sabtu (25/11/2017).

Namun di satu sisi, Anizar memberi appresiasi yang tinggi kepada Presiden Jokowi karena baru akhir tahun 2017 ini memberikan perhatian serius kepada kelapa sawit. Hal ini karena asing terutama UE dan NG0/LSM dalam maupun luar negeri semakin gencar melakukan kampanye negatif menyerang kelapa sawit Indonesia.

Padahal, sebutnya, Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit dunia dan merupakan industri strategis sebagai penghasil devisa, penyediaan tenaga kerja, pengembangan wilayah dan penghasil. Energi terbarukan biodisel.

Baca Juga:  MAMI dan MES Kembangkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah

Produksi CPO Indonesia tahun 2016 sebesar 35 juta ton, ekspor 20 juta ton dengan nilai 15 miliar dolar AS dengan tenaga kerja terserap hulu hilir sebanyak 5,5 juta orang dan lebih dari 40 juta orang Indonesia hidup dari kelapa sawit.

Di satu sisi, Indonesia dengan luas areal kelapa sawit hampir 12 juta hektar, dimana 5 juta hektar (43%) adalah petani kelapa sawit rakyat perkebunan besar swasta/asing 6 juta hektar dan perkebunan negara sekitar 800 ribu hektar.

“Jadi rahmat Tuhan yang diberikan ini wajib disyukuri, dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk bangsa dan tanah air,” ucapnya. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up