Home / BISNIS / Aplikator Taksi Online Langgar Aturan Masih Rekrut Driver Individu

Aplikator Taksi Online Langgar Aturan Masih Rekrut Driver Individu


EDISIMEDAN.com, MEDAN-Pelaksanaan payung hukum angkutan sewa khusus (ASK) yang tertuang dalam Peraturan menteri perhubungan nomor 118 tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Sumatera Utara nomor 13 tahun 2020 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus atau angkutan online nampaknya benar benar dikangkangi oleh aplikator taksi online.

Ini karena sampai saat ini masih menerima mitra driver secara individu dan sudah dipastikan tidak memiliki kartu elektronik standar pelayanan (KESP) sebagai syarat dokumen izin kendaraan taksi online berhubung didalam penerimaan mitra driver dan pemberian akses aplikasi sampai pengelolaan kendaraan dilakukan sendiri oleh aplikator yang bersangkutan.

Menurut ketua ASK Organda Mebidangro Frans Simbolon SE, apa yang dilakukan oleh aplikator taksi online ini jelas melanggar peraturan yang tertuang dalam payung hukum ASK diatas namun dibiarkan saja oleh pemerintah. Semestinya perekrutan mitra driver taksi online tidak dilakukan oleh aplikator taksi online karena mereka tidak memiliki izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus, izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus ada pada badan usaha ASK yang sudah mendapatkan izin dari Gubernur Sumatera Utara untuk mengelola angkutan online.

Baca Juga:  Manulife Permudah Proses Klaim Asuransi di Masa Pandemi Lewat E-Policy

“Saat ini aplikator taksi online monopoli operasional angkutan sewa khusus atau angkutan taksi online ini. Kami minta KPPU dan Ombudsman turun tangan menyelidiki perlakuan aplikator yang kebal hukum ini, perbuatannya sangat merugikan pemerintah daerah dan badan usaha ASK demi kepentingan mereka sendiri. Bagaimana retribusi PAD dari KESP diatas bisa dikutip oleh pemerintah bila Aplikator Taksi Online masih bebas merekrut driver secara individu tanpa mematuhi peraturan pemerintah,” katanya pada Jumat (8/10)

Munculnya beberapa Aplikator taksi online baru akhir akhir ini disebabkan karena lemahnya pengawasan pemerintah terhadap operasional angkutan sewa khusus. Aplikator Taksi Online bebas leluasa berbuat merekrut mitra driver sebanyak banyaknya yang akhirnya membuat persaingan tidak sehat antar sesama mitra driver taksi online dan merugikan mitra driver taksi online dilapangan.

Baca Juga:  Bank Danamon Siapkan Dana Rp 2 Triliun untuk Libur Lebaran

Zulkifli Siregar salah seorang driver taksi online yang dimintai keterangannya di medan, mengajak teman teman driver taksi online agar mendaftarkan kendaraan taksi onlinenya di badan usaha ASK yang memiliki izin penyelenggaraan angkutan sewa khusus resmi dari pemerintah agar mendapatkan Kartu Elektronik Standar Pelayanan yang merupakan dokumen izin kendaraan taksi online resmi dari pemerintah karena bila mematuhi payung hukum ASK kendaraan taksi online akan dibatasi oleh kuota yang dikeluarkan Gubernur sehingga yang operasional taksi online tidak sebanyak seperti sekarang ini dan yang pada akhirnya akan menguntungkan para driver taksi online itu sendiri.(red)

Terkait


Berita Terbaru