Aspphami Komit Penuhi Standar Mutu

34

 

Ketua DPD Aspphami Sumut Ir Wesly Sianipar didampingi Sekretaris Andi (duduk depan) dan pengurus lainnya foto bersama seusai rapat panitia di Medan, Selasa (26/7).

EDISIMEDAN.COM, MEDAN – Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) berkomitmen memenuhi standar mutu dan persyaratan dalam melaksanakan pengendalian vektor serta binatang pembawa penyakit.

“Dalam hal ini  kami memiliki tenaga terlatih dan peralatan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan atau Permenkes RI No 50 Tahun 2017. Kami berupaya memenuhi standar mutu,” kata Ketua DPD Aspphami Sumatera Utara, Ir Wesly Sianipar di Medan, Selasa (26/2).

Dia mengemukakan hal itu di sela-sela rapat panitia terkait penyelenggara Pelatihan Pengendalian Vektor dan Hama Pemukiman Tingkat Supervisor & Teknisi di Medan bekerja sama  Dinas Kesehatan Sumut  19-21 Maret 2019.

Wesly menjelaskan, dalam melakukan pengendalian vektor tersebut tentu harus berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah/kabupaten/kota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki tenaga, bahan, peralatan dapat menggunakan jasa pihak ketiga yang bergerak di bidang pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.

“Seperti arahan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Anung Sugihantono dalam suatu seminar  yang digelar Aspphami  di Jakarta, dukungan dan peran dunia usaha  sangat dibutuhkan. Perusahaan tersebut juga harus memiliki izin dari pemda/kabupaten/kota atas rekomendasi Dinkes.

Justru itu agenda kami setiap tahun mengadakan pelatihan pengendalian vektor dan hama pemukiman untuk meningkatkan kompetensi  pelaku usaha tersebut,” ujar Wesly yang didampingi Sekretaris DPD Aspphami, Andi Hidayat, Bendahara H Sumardhi, SE,BPK Zulfan, ketua panitia Wilson Daulay, Kabid Fumigasi Untung, Humas Jan Pieter dan Yudi Nababan.

Dia menekankan pengendalian vektor merupakan upaya strategis terhadap penyakit tular vektor. Itu sebabnya agar lebih terarah dan tepat sasaran dibutuhkan tenaga etmologi kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi. “Kita harapkan setiap penyelenggara bertanggungjawab terhadap lingkungan pemukiman, tempat kerja maupun fasilitas umum lainnya,” ingat Wesly.

Terkait pelatihan yang diikuti puluhan peserta dari dalam dan luar daerah ini menurut Wesly menghadirkan narasumber  antara Dr Ir Swastiko Priyambodo,Msi, Rocky Mahendra (Biotek Saranatama), Untong Suropati (AJKN), Helmi Christian,SP( Terminix), Prof Dr Dra Maryani Cyccu Tobing,MS (Bioekologi Serangga), Prof Dr Ir Darma Bakti Nasution (USU) dan  Dinkes Sumatera Utara. (fur)

Apa Tanggapan Anda?