Home / MEDAN TODAY / Ayah Korban Penembakan Oknum PM: Anak Saya Bukan Teroris

Ayah Korban Penembakan Oknum PM: Anak Saya Bukan Teroris


MEDAN| Suasana haru memenuhi kediaman keluarga Muhamad Rendi Jalan Syahbandar, Kelurahan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun. Istri korban Bebi Salimi yang sedang hamil delapan bulan, tak kuasa  menahan tangis saat keluarga datang menyampaikan belangsungkawa.

Keluarga, tetangga dan kerabat yang terkejut dengan peristiwa ditembaknya korban berkumpul di rumah duka. Mereka memberi dukungan dan membantu keluarga.

Siang tadi, jenajah korban diotopsi di instalasi kedokteran forensik Rumah Sakit Pirngadi Medan. Dua anggota Polisi Militer dan bersama pihak keluarga, terus mendampingi korban hingga selesai otopsi.

Jenajah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan hari ini juga di pekuburan Mandailing, Sei Mati Jalan Brigjen Katamso

Pihak keluarga, kerabat korban dan rekan-rekan korban yang tidak terima kematian korban, mendatangi kantor Denpom I/5 Kodam I/BB di Jalan Suprapto, Medan. Mereka mengadu dan ingin melihat dari dekat kebenaran ditangkapnya pelaku penembakan.

Baca Juga:  Kontroversi Hati & Konspirasi Kemakmuran ala Gatot Pujo Nugroho

“Saya mendapat kabar anak saya ditembak. Saya akan meneruskan kasus ini karena anak saya bukan teroris,” ujar ayah korban, Muhammad Yogi.

SAKSI KORBAN
Sementara itu, saksi korban, Mawardi mengatakan, peristiwa penembakan terjadi Senin (21/9/2015), pukul 3.00 WIB. Saat itu, korban terlibat bentrok dengan kelompok pemuda lain di Jalan Wajir. Kedua kubu terlibat saling pukul, dilanjutkan dengan saling lempar batu dan kayu. [Baca Juga: Oknum Anggota PM Tembak Mati Warga Kampung Aur]
“Awalnya Tono dan Rendi berkelahi. Aku coba pisahkan. Rendi kusuruh keluar. Sampai di luar itulah ribut. Datang orang naik King (motor RX King-red) sambil ngeluarkan pistol. Di dekat Waspada aku jatuh dan Rendi ditembak,” ujar Mawardi.

Saksi lainnya mengaku, sebelum ditembak, korban mencoba membantu temannya Mawardi.  “Waktu kejadian, saya duduk di warung. Saya dengar pertengkaran dan kejar-kejaran petugas dengan teman korban. Korban ikut membela lalu terjadilah penembakan. Korban memang ikut melempar,” ujarnya.

Baca Juga:  Baby Sitter Tersangka Pembunuh Bayi Majikannya Ditangkap

Sementara itu, Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehudin, membenarkan peristiwa penembakan warga yang dilakukan oknum anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/5 Medan.

Menurutnya, pelaku Kopda Usman, menggunakan senjata organik jenis FN dan sudah diamankan di Pomdam I/BB untuk dilakukan pemeriksaan. [Baca Juga: Kodam Benarkan Anggota Denpom I/5 Medan Pelaku Penembak Mati Warga] [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up