Banjir Labura Diduga Akibat Maraknya Ilegal Loging, Foto Ini Buktinya

1
1027
Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Santu (4/11/2017), diduga akibat maraknya aksi ilegal loging di daerah tersebut.

EDISIMEDAN.com, AEKKANOPAN. Banjir yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Santu (4/11/2017), diduga akibat maraknya aksi ilegal loging di daerah tersebut.

Ini bisa dilihat dari dokumentasi wartawan saat meliput praktik ilegal loging di kawasan itu beberapa waktu lalu. Praktik ilegal loging ini terjadi di Desa Aek Tapang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Hingga saat ini, praktik ilegal loging masih terus terjadi, meskipun sudah pernah diberitakan dan dikonfirmasi ke Kementerian Kehutanan RI.

Menurut Syahrizal, warga sekitar, hutan di kawasan Labura sudah banyak yang gundul. Kondisi inilah menyebabkan menipisnya daerah serapan air.

“Semalam curah hujan tinggi mulai dari 12 siang, lebih kurang 12 jam, hutan dari arah atas sudah gundul semua, saya mendapatkan informasi bahwa tanggul jebol, itu bangunan baru, anggaran tahun 2017,” kata Syafrizal.

Berikut foto dokumentasi praktik ilegal loging liputan wartawan beberapa waktu lalu:

[BACA JUGA Ribuan Rumah di 3 Kabupaten Kota Terendam Banjir]

BERITA TERKAIT
Ribuan rumah di Labura Terendam Banjir

Diketahui, banjir merendam seribuan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Sabtu (4/11/2017. Ketingian air beragam dari 60 Centimeter hingga 90 Centimeter. Warga tak sempat menyelamatkan barang berharganya.

Banjir disebabkan hujan deras yang secara terus menerus hampir delapan jam hingga menyebabkan meluapnya aliran Sungai Aek Kenopan.

Selain akibat meluapnya aliran sungai banjir juga disebabkan buruknya drainase dan jebolnya tanggul. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. [bey]

Apa Pendapat Anda?